MAKALAH
TEORI ORGANISASI UMUM
DIMAS SATRIA W.P (12113521)
KELAS
: 2KA13
UNIVERSITAS GUNADARMA
KATA PENGANTAR
Puji syukur kita panjatkan
kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas izin-Nya kami dapat menyelesaikan makalah
“Perubahan dan Perkembangan Organisasi”
Makalah ini berisikan tentang faktor dan
proses berubah dan berkembangnya sebuah organisasi. Diharapkan makalah ini
dapat memberikan informasi kepada kita semua tentang perkembangan organisasi.
Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh
dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat
membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini.
Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak
yang telah berperan serta dalam menyusun makalah ini dari awal sampai akhir.
Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberkati kita semua. Amin
Penyusun
i
DAFTAR ISI
Kata Pengantar ……………………………………………………………………………………………………………… i
Daftar Isi ………………………………………………………………………………………………………………………..
ii
BAB I PENDAHULUAN …………………………….……………………………………………………………………… 1
1.
Latar Belakang …………………………..……………………………….……………………………………..
1
2.
Rumusan Masalah
………………………………………………….…………………………………………. 1
3.
Tujuan ………………………………………………………………………………………………..……………..
1
BAB II PEMBAHASAN ……………………………………………………………………………………………………… 1
1.
Pengertian Organisasi ………………………………………………………………………………………..
2
2.
Tujuan Organisasi ……………………………………………………………………………………………...
3
3.
Faktor – Faktor Perubahan Organisasi
………………………………………………………………. 3-4
4.
Proses Perubahan ………………………………………………………………………………………………
5
5.
Ciri – Ciri Pengembangan Organisasi ……………………………………………….…………………
6
6.
Metode Pengembangan Organisasi
………………………………………………….……………….. 7-8
1.
Metode Pengembangan perilaku ……………………………………………….………………..
7
2.
Metode Pengembangan Keterampilan dan Sikap
……………………….……………….. 8
Contoh Kasus ………………………………………………………………………………………………….………………. 9
BAB III PENUTUP ……………………………………………………………………………………………………………..
10
Daftar Pustaka …………………………………………………………………………………………………………………
11
ii
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kemampuan organisasi untuk bertahan hidup (survive)
sangat ditentukan oleh kemampuan organisasi untuk berubah, menyesuaikan diri
dengan perubahan lingkungan bisnis yang dihadapi atau menyesuaikan diri dengan
perubahan potensial yang akan terjadi di masa mendatang. Kemampuan organisasi
untuk berkembang ditentukan oleh kemampuan organisasi dalam menciptakan
perubahan.
Perubahan tersebut disebabkan oleh beberapa faktor,
baik itu faktor secara negative yang membuat organisasi tersebut mundur, maupun
faktor positive yang mendukung organisasi tersebut menjadi maju.
Berbagai upaya perubahan organisasi yang dilakukan
secara terencana, seperti upaya perubahan dengan melakukan pembelian peralatan
baru, atau merancang ulang sebuah desain, ataupun menyusun ulang suatu kurikulum
sekolah, atau suatu departemen pada suatu fakultas. Hal ini karena fokus kajian
PO (Pengembangan Organisasi) itu terletak pada peningkatan kemampuan organisasi
untuk dapat mengetahui dan memecahkan berbagai masalah yang dihadapi organisasi
itu sendiri.
Pengembangan Organisasi merupakan program yang berusaha
meningkatkan efektivitas keorganisasian dengan mengintegrasikan keinginan
bersama akan pertumbuhan dan perkembangan dengan tujuan keorganisasian.
Pengembangan organisasi (PO) sebagai suatu disiplin perubahan perencanaan yang
menekankan pada penerapan ilmu pengetahuan dan praktek keperilakuan untuk
membantu organisasi-organisasi mencapai efektivitas yang lebih besar.
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa faktor – faktor yang menyebabkan perubahan pada organisasi?
2. Bagaimana proses terjadinya perubahan?
3.
Apa saja ciri – ciri pengembangan organisasi?
1.3 Tujuan
Tujuan
dari pembuatan makalah ini adalah untuk mengetahui bagaimana cara-cara
berorganisasi yang baik. Dimana dalam sebuah organisasi pasti ada perubahan dan
perkembangan yang tidak bisa kita hindari. Dalam makalah ini terdapat contoh
kasus perubahan organisasi yang dapat dijadikan pelajaran saat nanti ketika
kita berorganisasi. Perubahan yang dialami bisa saja menjadikan organisasi itu
lebih baik atau lebih buruk, tergantung bagaimana kita sebagai anggotanya yang
melakukan perubahan dan perkembangan.
1
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian
Organisasi
Terdapat beberapa teori dan
perspektif mengenai organisasi, ada yang cocok sama satu sama lain, dan ada
pula yang berbeda. Organisasi pada dasarnya digunakan sebagai tempat atau wadah
dimana orang-orang berkumpul, bekerjasama secara rasional dan sistematis,
terencana, terorganisasi, terpimpin dan terkendali, dalam memanfaatkan sumber
daya (uang, material, mesin, metode, lingkungan), sarana-parasarana, data, dan
lain sebagainya yang digunakan secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan
organisasi.
Menurut para ahli terdapat beberapa pengertian organisasi
sebagai berikut.
– Stoner mengatakan bahwa organisasi adalah suatu pola
hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan atasan
mengejar tujuan bersama.
– James D. Mooney mengemukakan bahwa organisasi adalah
bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.
– Chester I. Bernard berpendapat bahwa organisasi adalah
merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau
lebih.
– Stephen P. Robbins menyatakan bahwa Organisasi adalah
kesatuan (entity) sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah
batasan yang relatif dapat diidentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relatif
terus menerus untuk mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan.
Sebuah organisasi dapat terbentuk
karena dipengaruhi oleh beberapa aspek seperti penyatuan visi dan misi serta
tujuan yang sama dengan perwujudan eksistensi sekelompok orang tersebut
terhadap masyarakat. Organisasi yang dianggap baik adalah organisasi yang dapat
diakui keberadaannya oleh masyarakat disekitarnya, karena memberikan kontribusi
seperti; pengambilan sumber daya manusia dalam masyarakat sebagai
anggota-anggotanya sehingga menekan angka pengangguran
Orang-orang yang ada di dalam suatu
organisasi mempunyai suatu keterkaitan yang terus menerus. Rasa keterkaitan
ini, bukan berarti keanggotaan seumur hidup. Akan tetapi sebaliknya, organisasi
menghadapi perubahan yang konstan di dalam keanggotaan mereka, meskipun pada
saat mereka menjadi anggota, orang-orang dalam organisasi berpartisipasi secara
relatif teratur.
2
2.2 Tujuan Organisasi
Manusia sering disebut sebagai
makhluk sosial, Hal ini disebabkan manusia selalu memerlukan bantuan orang lain
dalam hidupnya. Manusia berkumpul, bekerja sama, dan saling berhubungan satu
sama lain. Dengan berkumpul, manusia dapat saling memberi dan menerima dalam
mewujudkan kehidupan di muka bumi.Organisasi merupakan perwujudan pikiran
manusia.Dengan organisasi, manusia berharap agar lebih mudah mencapai keinginan
dan harapannya.Karena itu salah satu tujuan organisasi adalah mempermudah setiap
orang dalam melaksanakan tugas demi tercapainya tujuan tertentu.
Di negara kita, setiap warga negara
mempunyai kebebasan untuk berorganisasi.Bahkan kebebasan itu telah diakui
secara sah oleh negara.UUD 1945 pasal 28E Ayat 3 secara tegas menyatakan bahwa,
“Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan
pendapat.”
Dengan pernyataan yang terdapat dalam UUD tersebut, maka
jelas bahwa negara memberi kebebasan kepada warga negara untuk membentuk dan
memasuki organisasi.Negara juga melindungi setiap orang untuk berkumpul dan
mengeluarkan pendapat, baik secara lisan maupun tertulis.
Apa sebenarnya manfaat berorganisasi?
Banyak manfaat yang bisa diambil jika kita masuk dan
beraktivitas dalam sebuah organisasi. Manfaat-manfaat itu antara lain sebagai
berikut :
a. Organisasi merupakan sarana
untuk berinteraksi dengan orang lain dalam ruang lingkup yang lebih luas dan
resmi.
b. Organisasi melatih kita dalam
membekali diri dengan kemampuan bekerja sama dan berhubungan dengan orang lain.
c. Organisasi dapat mengasah
kemampuan diri dalam hal kepemimpinan
d. Organisasi merupakan tempat bagi
kita untuk mengabdi kepada sesama.
2.3 Faktor – Faktor
Perubahan Organisasi
Alvin L. Bertrand berpendapat bahwa
awal dari perubahan itu adalah komunikasi, yaitu proses penyampaian informasi
dari satu pihak ke pihak yang lain sehingga dicapai pemahaman bersama, hal ini
disebabkan karena adanya pengkomunikasian gagasan-gagasan, ide-ide,
nilai-nilai, keyakinan-keyakinan maupun hasil-hasil kebudayaan fisik.
Sebuah perubahan dan pengembangan dapatlah terjadi pada
apapun dan siapapun tidak terkecuali dengan organisasi. Tidak banyak individu
atau organisasi menyukai adanya perubahan, namun perubahan tidak dapat
dihindari namun harus di hadapi.
3
Proses perubahan organisasi adalah konsep daur hidup atau
life cycle. Organisasi mengalami proses kelahiran pertumbuhan, berkembang,
kematangan, kemunduran dan akhirnya mengalami kematian sebagaimana dalam semua
sistem biologi dam sistem sosial. Secara garis ada dua faktor penyebab
terjadinya perubahan dalam organisasi yaitu:
a. Faktor Eksternal
Adalah penyebab perubahan yang
berasal dari luar, atau sering disebut lingkungan. Organisasi bersifat
responsive terhadap perubahan yang terjadi di lingkungannya. Oleh karena itu, jarang
sekali suatu organisasi melakukan perubahan besar tanpa adanya dorongan yang
kuat dari lingkungannya. Artinya, perubahan yang besar itu terjadi karena
lingkungan menuntut seperti itu. Beberapa penyebab perubahan organisasi yang
termasuk faktor ekstern adalah perkembangan teknologi, faktor ekonomi dan
peraturan pemerintah.
b. Faktor Internal
Adalah penyebab perubahan yang
berasal dari dalam organisasi yang bersangkutan, yang dapat berasal dari
berbagai sumber antara lain:
- Problem hubungan antar anggota
- Problem dalam proses kerja sama
- Problem keuangan
Hubungan antar anggota yang kurang
harmonis merupakan salah satu problem yang lazim terjadi. Dibedakan menjadi
dua, yaitu: problem yang menyangkut hubungan atasan bawahan (hubungan yang
bersifat vertikal), dan problem yang menyangkut hubungan sesama anggota yang
kedudukannya setingkat (hubungan yang bersifat horizontal).
Dari perubahan tersebut tentunya
akan berdampak pada beberapa perubahan dalam organisasi tersebut, seperti
perubahan sifat organisasi. Untuk menangani masalah tersebut, haruslah
organisasi tersebut menetapkan suatu tindakan atau kebijakan dan penyesuaian
diri agar sifat organisasi yang sebelumnya tidak lenyap dan terganti. Saat
terjadi perubahan struktur organisasi, haruslah tetap berpegang teguh kepada
prinsip bahwa struktur organisasi telah disusun dan di tetapkan dengan tujuan
memberikan suatu gambaran tentang berbagai hal dalam organisasi tersebut. Dalam
melakukan perubahan dalam suatu organisasi umumnya tidak berjalan dengan begitu
lancar karna terdapat beberapa hambatan dalam proses perubahan tersebut.
Hambatan tersebut umumnya terjadi dari luar atau dari faktor ekstenal.
4
2.4 Proses Perubahan
Organisasi apapun tidak dapat
menghindarkan diri dari pengaruh daripada berbagai perubahan yang terjadi di
luar organisasi. Yang dimaksud dengan proses perubahan organisasi adalah tata
urutan atau langkah langkah dalam mewujudkan perubahan organisasi.
Perubahan organisasi merupakan
perubahan yang berkaitan dengan pengembangan, perbaikan, maupun penyesuaian
yang meliputi struktur, teknologi, metode kerja maupun sistem manajemen suatu
organisasi. suatu organisasi tidak harus melaksanakan suatu perubahan. Hal ini
merupakan suatu strategi untuk memenuhi beberapa keseluruhan tujuan dari suatu organisasi.Langkah
tersebut terdiri dari :
a. Mengadakan
Pengkajian
Tidak dapat dipungkiri bahwa setiap
organisasi apapun tidak dapat menghindarkan diri dari pengaruh daripada
berbagai perubahan yang terjadi di luar organisasi. Perubahan yang terjadi di
luar organisasi itu mencakup berbagai bidang, antara lain politik, ekonomi,
teknologi, hukum, sosial budaya dan sebagainya. Perubahan tersebut mempunyai
dampak terhadap organisasi, baik dampak yang bersifat negatif maupun positif.
Dampak bersifat negatif apabila perubahan itu menjadi hambatan bagi kelancaran,
perkembangan dan kemajuan organisasi. Dampak bersifat positif apabila perubahan
itu dapat memperlancar kegiatan, perkembangan dan kemajuan organisasi atau
dalam bentuk kesempatan-kesempatan baru yang tidak tersedia sebelumnya.
b. Mengadakan
Identifikasi
Yang perlu diidentifiskasi adalah
dampak perubahan perubahan yang terjadi dalam organisasi. Setiap faktor yang
menyebabkan terjadinya perubahan organisasi harus diteliti secara cermat
sehingga jelas permasalahannya dan dapat dipecahkan dengan tepat.
c. Menetapkan
Perubahan
Sebelum langkah-langkah perubahan
diambil, pimpinan organisasi harus yakin terlebih dahulu bahwa perubahan memang
harus dilakukan, baik dalam rangka meningkatkan kemampuan organisasi maupun
dalam rangka mempertahankan eksistensi serta pengembangan dan pertumbuhan
organisasi selanjutnya.
d. Menentukan
Strategi
Apabila pimpinan organisasi yakin
bahwa perubahan benar-benar harus dilakukan maka pemimpin organisasi harus
segera menyusun strategi untuk mewujudkannya.
5
e. Melakukan Evaluasi
Untuk mengetahui apakah hasil dari
perubahan itu bersifat positif atau negatif, perlu dilakukan penilaian. Apabila
hasil perubahan sesuai dengan harapan berarti berpengaruh postif terhadap organisasi,
dan apabila sebaliknya berarti negatif.
2.5 Ciri – Ciri
Pengembangan Organisasi
Suatu strategi pendidikan yang
kompleks yang dimaksudkan untuk mengubah keyakinan, sikap, nilai, dan struktur
organisasi sehingga mereka dapat lebih beradaptasi dengan teknologi baru,
pemasaran dan tantangan, dan tingkat yang memusingkan perubahan itu sendiri.
Maka Pengembangan organisasi yang efektif memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
•Merupakan strategi terencana dalam mewujudkan perubahan
organisasional, yang memiliki sasaran jelas berdasarkan diagnosa yang tepat
tentang permasalahan yang dihadapi oleh organisasi.
•Merupakan kolaborasi antara berbagai pihak yang akan
terkena dampak perubahan yang akan terjadi.
•Menekankan cara-cara baru yang diperlukan untuk meningkatkan
kinerja seluruh organisasi dan semua satuan kerja dalam organisasi.
•Mengandung nilai humanistik dimana pengembangan potensi
manusia menjadi bagian terpenting.
•Menggunakan pendekatan komitmen sehingga selalu
memperhitungkan pentingnya interaksi, interaksi dan interdependensi antara
berbagai satuan kerja sebagai bagian integral di suasana yang utuh.
•Menggunakan pendekatan ilmiah dalam upaya meningkatkan
efektivitas organisasi.
Bila selama
ini kita hanya mengenal pembelajaran pada tingkat individu dan kelompok, maka
perkembangan manajemen telah mengenal pembelajaran organisasi (learning
organization), yang secara sederhana dapat diartikan sebagai organisasi yang
secara terus menerus melakukan perubahan diri agar dapat mengelola pengetahuan
lebih baik lagi, memanfaatkan tekhnologi, memberdayakan sumber daya, dan
memperluas area belajarnya agar mampu bertahan di lingkungan yang selalu
berubah.
6
2.6 Metode
Pengembangan Organisasi
Dalam kegiatan
pengembangan organisasi terdapat berbagai macam metode yang pada dasarnya
dikelompokan dalam 2 macam, yaitu metode pengembangan perilaku, dan metode
pengembangan keterampilan dan sikap.
1. Metode
Pengembangan Perilaku
Metode pengembangan perilaku atau
Behavioral Development Methode merupakan metode yang berusaha menyelidiki
secara mendalam tentang proses perilaku kelompok dan individu. Hal itu dapat
dilakukan dengan mempergunakan berbagai cara. Dengan kata lain, metode pengembangan
perilaku dapat dibedakan menjadi berberapa macam.
Dalam buku ini
hanya disebutkan 4 macam yaitu, jaringan manajerial, latihan kepekaan,
pembentukan tim, dan umpan balik survei.
-
Jaringan
manajerial : Jaringan manajerial atau kisi manajerial disebut juga latihan
jaringan adalah suatu metode pengembangan organisasi yang didasarkan jaringan
material. Teori ini dipelopori oleh Robert Blake dan Jane Mouton. Menurut
mereka, gaya kepemimpinan akan menjadi sangat efektif apabila perhatian pimpinan
terhadap produksi dan orang dalam keadaan seimbang. Dalam hal demikian pimpinan
menunjukkan perhatian tinggi baik terhadap produksi maupun terhadap orang.
-
Latihan
Kepekaan : merupakan latihan dalam kelompok. Oleh karena itu metode ini
dinamakan pula metode T-group. dalam metode ini yang dimaksud dengan kepekaan
adalah kepekaan terhadap diri sendiri dan terhadap hubungan diri sendiri dengan
orang lain. Metode ini berlandaskan pada anggapan bahwa kesulitan untuk
berprestasi disebabkan oleh adanya persoalan emosional dari kelompok orang-orang
yang harus mencapi tujuan.
-
Pembentukan
Tim : Merupakan salah satu metode pengembangan organisasi dengan
mengembangkan perilaku kelompok melalui suatu teknik intervensi yang disebut
pembentukan tim. Tujuan dari pada pengembangan perilaku kelompok ialah untuk
melakukan pekerjaan secara efektif dengan membentuk tim.
-
Umpan
Balik Survei : adalah suatu metode yang berusaha mengumpulkan data-data
dari para anggota organisasi. Data itu meliputi data-data yang berhubungan
dengan tingkah laku, sikap, seta berbagai perasaan lain yang ada pada diri
setiap anggota organisasi.
7
2. Metode Pengembangan
Keterampilan dan Sikap
Metode ini merupakan suatu program
latihan yang dilaksanakan secara terus-menerus dengan tujuan untuk meningkatkan
pengetahuan, keterampilan dan sikap para anggota organisasi. Oleh karena itu
yang dimaksud dengan latihan atau training adalah suatu proses pengembangan
kecakapan, pengetahuan, keterampilan, keahlian, dan sikap tingkah laku dari
para anggota organisasi.
Program latihan dapat dilakukan
dengan berbagai cara, diantaranya ialah latihan di tempat kerja, latihan
instruksi kerja, latihan di luar tempat pekerjaan, dan latihan di tempat kerja
tiruan.
-
Latihan
di tempat kerja : Latihan kerja di tempat kerja yang sebenarnya. Latihan
ini melatih anggota organisasi untuk menjalankan pekerjaan-pekerjaan dengan
lebih efisien. Keuntungan yang diperoleh dalam latihan di tempat kerja ini
antara lain, sangat ekonomis karena para peserta tetap produktif selama mereka
mengikuti dan menjalankan latihan, selain itu prestasi anggota organisasi tidak
akan berkurang atau hilang, hal ini sangat berbeda apabila dibanding dengan
latihan yang diadakan diluar tempat kerja. Latihan yang di luar tempat kerja
akan mengakibatkan sebagian prestasi hilang apabila peserta latihan kembali ke
tempat kerjanya masing-masing.
-
Latihan
instruksi kerja : Terdiri dari 3 macam yaitu Job Instruction Training
(latihan mengenai proses pemberian instruksi-instruksi kerja. Para peserta
latihan mula-mula diperkenalkan dengan pekerjaan, dan kepada mereka diberikan
berbagai instruksi dan demonstrasi secara bertahap mengenai fungsi pekerjaan.)
Job Method Training (Latihan yang berhubungan dengan penyederhanaan kerja) Job
Relation Training (Latihan yang berhubungan dengan faktor manusian di dalam
pekerjaannya setiap hari)
-
Latihan
di luar tempat kerja : merupakan latihan yang diadakan di luar tempat
kerja. Salah satu keuntungan dari latihan ini adalah adanya motivasi dari para
peserta latihan untuk lebih memahami materi/bahan pelajaran mengingat mereka
tidak dibebani dengan pekerjaan selama mereka mengikuti latihan.
-
Latihan
di tempat kerja tiruan : adalah latihan yang diberikan pada tempat kerja
tiruan. Latihan ini umumnya diberikan kepada mereka yang bekerja di tempat-tempat
kerja yang membawa risiko cukup besar. Dengan latihan ini diharapkan para
peserta lebih banyak menguasai tentang teknik-teknik kerja yang baik.
8
CONTOH KASUS :
Ahok: Saya Berhenti Dari Partai,
Bukan “Kutu Loncat”
JAKARTA,
KOMPAS.com — Wakil Gubernur
DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama merespons santai sindiran Ketua Dewan
Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto yang menyebut "kutu loncat"
dalam Kongres Luar Biasa Partai Gerindra, Sabtu (20/9/2014).
"Enggak mau tanggapilah, nanti jadi susah. Saya masuk Gerindra kan juga (loncat) dari Partai Golkar. Akan tetapi, saya tidak loncat sebetulnya, saya berhenti (dari partai)," kata Basuki di Balaikota Jakarta, Senin (22/9/2014)
Pria yang akrab disapa Ahok itu menjelaskan definisi "kutu loncat", yakni seorang politisi dari partai ke partai.
Apabila ia saat ini memutuskan untuk masuk ke partai politik lainnya, maka itu yang dinamakan "kutu loncat". Namun, setelah keluar dari Partai Gerindra, Basuki belum memutuskan untuk bergabung dalam partai politik mana pun. Ia memilih fokus untuk membenahi Jakarta selama tiga tahun sisa pemerintahannya.
Pada September 2007, Basuki memutuskan berhenti dari keanggotaan sebagai Partai Indonesia Baru (PIB). Kemudian, ia tidak lagi menjadi anggota partai politik hingga tahun 2008. "Masyarakat minta saya masuk DPR RI. Karena masuk DPR itu harus anggota partai, saya baru masuk Partai Golkar. Saya baru loncat (partai) sekali, dari Golkar ke Gerindra," ujar Basuki.
Sekadar informasi, Prabowo sebelumnya mengatakan bahwa seleksi alam akan menunjukkan mana kader yang baik dan mana kader yang tidak baik dalam internal Partai Gerindra. "Alam akan memisahkan mana kader baik, mana kader setengah baik, mana 'kutu loncat', mana yang 'kutu busuk'," kata Prabowo saat itu.
Beberapa kader partai yang hadir dalam kongres tersebut lantas menyerukan nama Ahok (Basuki) dalam menanggapi pernyataan Prabowo.
"Enggak mau tanggapilah, nanti jadi susah. Saya masuk Gerindra kan juga (loncat) dari Partai Golkar. Akan tetapi, saya tidak loncat sebetulnya, saya berhenti (dari partai)," kata Basuki di Balaikota Jakarta, Senin (22/9/2014)
Pria yang akrab disapa Ahok itu menjelaskan definisi "kutu loncat", yakni seorang politisi dari partai ke partai.
Apabila ia saat ini memutuskan untuk masuk ke partai politik lainnya, maka itu yang dinamakan "kutu loncat". Namun, setelah keluar dari Partai Gerindra, Basuki belum memutuskan untuk bergabung dalam partai politik mana pun. Ia memilih fokus untuk membenahi Jakarta selama tiga tahun sisa pemerintahannya.
Pada September 2007, Basuki memutuskan berhenti dari keanggotaan sebagai Partai Indonesia Baru (PIB). Kemudian, ia tidak lagi menjadi anggota partai politik hingga tahun 2008. "Masyarakat minta saya masuk DPR RI. Karena masuk DPR itu harus anggota partai, saya baru masuk Partai Golkar. Saya baru loncat (partai) sekali, dari Golkar ke Gerindra," ujar Basuki.
Sekadar informasi, Prabowo sebelumnya mengatakan bahwa seleksi alam akan menunjukkan mana kader yang baik dan mana kader yang tidak baik dalam internal Partai Gerindra. "Alam akan memisahkan mana kader baik, mana kader setengah baik, mana 'kutu loncat', mana yang 'kutu busuk'," kata Prabowo saat itu.
Beberapa kader partai yang hadir dalam kongres tersebut lantas menyerukan nama Ahok (Basuki) dalam menanggapi pernyataan Prabowo.
9
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Adapun kesimpulan yang dapat di tarik dari makalah ini
adalah sebagai berikut :
Perubahan organisasi adalah
tindakan beralihnya suatu organisasi dari kondisi yang berlaku kini, ke kondisi
masa yang akan datang yang di inginkan guna meningkatkan efisiensinya.
Pengembangan organisasi adalah suatu pendekatan sistematik, terpadu dan terencana untuk meningkatnya efektivitas organisasi serta memecahkan masalah-masalah (seperti kurangnya kerja sama/koperasi, desentralisasi yang berlebihan dan kurang cepatnya komunikasi dan sebagainya) yang merintangi efisiensi pengoperasian pada semua tingkatan.
Pengembangan organisasi adalah suatu pendekatan sistematik, terpadu dan terencana untuk meningkatnya efektivitas organisasi serta memecahkan masalah-masalah (seperti kurangnya kerja sama/koperasi, desentralisasi yang berlebihan dan kurang cepatnya komunikasi dan sebagainya) yang merintangi efisiensi pengoperasian pada semua tingkatan.
kekuatan-kekuatan Internal dalam
perubahan organisasi, perubahan kebijakan lingkungan. Perubahan tujuan,
perluasan wilayah operasi tujuan,volume kegiatan bertambah banyak,sikap dan
perilaku dari para anggota organisasi. Kekuatan-kekuatan eksternal yaitu
politik, hokum, kebudayaan, teknologi, sumberdaya alam,demografi,sosiiologi.
Kekuatan-kekuatan eksternal yaitu
kompetisi yang semakin tajam dalam organisasi, perkembangan iptek, perubahan
lingkungan,baik lingkungan fisik maupun social yang membuat organisasi
berfikir, bagaimana mendapatkan sumber diluar organisasi untuk masa depan
organisasi. Kekuatan-kekuatan internal yaitu struktur,system,dan
prosedur,perlengkapan dan fasillitas, proses dan saran apabila tidak cocok akan
membuat organisasi melalui perbaikan. Perubahan organisasi dilakukan untuk
mencocokan dengan kebutuhan yang ada.
3.2 Saran
Dengan makalah ini penulis berharap
agar pembaca dapat memahami tentang arti penting perubahan dan perkembangan
organisasi di dalam kehidupan berorganisasi. Semoga makalah ini dapat berguna
bagi pembaca. Penulis juga mengharapkan kritik dan saran yang membangun agar
penulis dapat lebi baik lagi.
10
DAFTAR PUSTAKA
http://nanda cacingan.blogspot.com/2012/10/makalah-perubahan-dan-perkembangan.html
11

0 comments:
Post a Comment