Showing posts with label Artikel Bahasa Indonesia. Show all posts
Showing posts with label Artikel Bahasa Indonesia. Show all posts

Saturday, November 14, 2015

Perbedaan HDMI dan VGA

Dua teknologi dari generasi yang jelas berbeda. Keduanya sama-sama digunakan untuk saat ini. Namun masih banyak orang mengira VGA dan HDMI itu sama. Ya sama-sama untuk keperluan memperluas atau menggandakan tampilan sebuah monitor, ringkasnya sepeti itu. Tapi sebenarnya ada hal yang mendasari perbedaan keduanya. Apa itu ? Mari kita bahas bersama-sama.

Apa perbedaan VGA dan HDMI?


Sinyal Analog dan Digital

Ini merupakan pengetahuan mendasar yang harus kita ketahui. Berangkat dari rasa ingin tahu antara kedua teknologi ini akhirnya saya memutuskan untuk mencari informasi mengenai perbedaan VGA dan HDMI. VGA (Video Graphic Array) merupakan standard pengiriman sinyal untuk video. VGA sendiri menggunakan sinyal ANALOG untuk mentransmisikan “paket” yang dia bawa. Sedangkan HDMI (High Definiton Multimedia Interface) yang juga merupakan standart pengiriman sinyal video masa kini menggunakan sinyal DIGITAL (satu nol) untuk mentransmisikan “paket” yang ia bawa. Dari sinilah yang menjadikan dasar perbedaan antara VGA dan HDMI. VGA menggunakan sinyal analog, sedangkan HDMI menggunakan sinyal digital.

Apa perbedaan VGA dan HDMI dalam kapasitas performa Video?

Berdasarkan sedikit pengetahuan yang saya miliki, perbedaan yang paling mencolok adalah kemampuan untuk mentransmisikan video dalam skala resolusi. VGA hanya mampu memsupport resolusi tampilan (misal monitor) hanya sampai 1280 x 768 saja. Sedangkan HDMI mampu membawa resolusi HD pada display (720p dan seterusnya).


Apa keunggulan lain dari HDMI?

Sesuai dengan nama yang diusungnya yaitu High Definition MULTIMEDIA Interface, kemampuan HDMI tidak sebatas untuk mentransmisikan “paket” berbentuk video. Beberapa kemampuan lain dari HDMI adalah,

- Mampu mentransmisikan “paket” audio
- Dapat digunakan untuk komunikasi jaringan (ethernet)
- Mengusung kecepatan tingkat tinggi untuk kebutuhan video HD (1080p) serta untuk kebutuhan tampilan 3D, dan ketajaman warna yang lebih.
- Dapat digunakan untuk kebutuhan multimedia pada kendaraan (HDMI Standard Automotive)
- Terdapat jenis micro connector (bisanya digunakan untuk perangkat mobile)

Apa saja jenis kabel HDMI ?

Dari informasi yang saya dapatkan dari HDMI.org, berikut merupakan beberapa jenis kabel HDMI yang sudah ada,

- Standard HDMI cable ( memiliki fitur standard multimedia yang mampu mentransmisikan video beresolusi 720p dan 1080p)
- Standard HDMI cable with Ethernet (memiliki fitur yang sama dengan kabel standard dengan tampahan kemampuan komunikasi jaringan via Ethernet)
- Standard Automotive HDMI cable (kabel khusus untuk installasi multimedia dalam kendaraan)
- High Speed HDMI cable (digunakan untuk kebutuhan pengiriman video berbasis 4k, hingga kebutuhan tampilan 3D)
- High Speed HDMI cable with Ethernet (fitur yang dimiliki sama dengan High Speed dengan tambahan kemampuan untuk berkomunikasi dalam jaringan via Ethernet)

Perangkat apa saja yang mendukung HDMI?

Sudah banyak perangkat saat ini yang telah mendukung fitur HDMI, diantaranya adalah TV, Smart TV, Notebook, Tablet, Console, DVD player, Blue-Ray player,  hingga, smartphone.

Semisal notebook saya tidak memiliki port VGA, namun saya ingin mengextend tampilan notebook saya ke sebuah proyektor apakah penggunakan kabel HDMI to VGA dapat membuat notebook saya langsung terkoneksi?

Jawabannya adalah jelas TIDAK! Mengapa? Kembali pada pertanyaan pertama, HDMI dan VGA mempunyai jenis sinyal yang berbeda untuk ditransmisikan. Jelas tidak mungkin untuk menghubungkannya secara langsung menggunakan kabel HDMI to VGA, ataupun untuk kasus sebaliknya, VGA to HDMI. Saya juga sudah pernah mencoba, dan hasilnya seperti yang saya jelaskan sebelumnya.

Lalu bagaimana solusinya?


Teman-teman tetap harus membeli sebuah alat tambahan yang sering disebut HDMI to VGA converter atau sebaliknya. Alat ini mempunyai kemampuan untuk merubah sinyal digital menjadi sinyal analog, atau sebaliknya. Memang agak mahal harganya (sekitar 300 ribu hingga 400 ribu), namun memang inilah caranya untuk menghubungkan keduannya.

Mengenal Smartwatch

Perkembangan teknologi menunjukkan progress yang cukup pesat. setelah sebelumnya kita melewati era post-pc dimana orang mulai beralih dari komputasi desktop ke mobile, kini kita mulai melakukan transisi ke era baru dimana orang mulai berinteraksi lebih personal dengan perangkat yang mereka miliki melalui teknologi wearable.

Setelah pasar dibuat terkesima dengan beredarnya smartphone yang mengusung fitur-fitur yang canggih, kini pasar dibuat takjub dengan kehadiran smartwatch sebagai wearable device yang bisa terkoneksi dengan smartphone kesayangan mereka. Di tahun ini saja merek popular seperti Samsung, Sony dan Asus sudah berlomba memasarkan smarwatch-nya. Apakah smartwatch itu sebenarnya?

Istilah 'smart' yang dilekatkan pada sebuah objek elektronik umumnya berarti perangkat tersebut dapat terkoneksi dengan internet atau perangkat elektronik yang lain. Sesungguhnya smartwatch memindahkan fungsi (dasar) smartphone ke dalam sebuah jam tangan. Penemuan teknologi ini bertujuan untuk mengimprovisasi kegunaan ponsel berdasarkan fungsi jam tangan yang sangat praktis penggunaannya yaitu fungsi 'pembawaan'. Tidak seperti ponsel pada umumnya, pengguna tidak perlu repot membuka tas atau merogoh ke kantong saat ada panggilan, karena jam tangan ponsel selalu dalam keadaan terpasang di pergelangan tangan.

Fungsi Smartwatch

Apa sebenarnya fungsi smartwatch? Perangkat ini memiliki fungsi dasar sebagai penunjuk waktu, baik dalam bentuk analog maupun digital. Jika sebuah smartwatch tidak memiliki fungsi dasar ini, maka tentu sudah dapat dipastikan perangkat tersebut tidak layak disebut sebagai smartwatch. Sementara itu, lantaran perangkat jam itu diberi embel-embel 'smart', maka smartwatch memiliki kelebihan dapat terkoneksi dengan internet atau perangkat elektronik yang lain. Dalam hal ini, smartwatch terkoneksi dengan smartphone yang membuat fungsi-fungsi dasar smartphone dapat juga diakses melalui smartwatch seperti menerima dan melakukan panggilan serta menampilkan pesan yang masuk ke smartphone.

Beberapa smartwatch, juga memiliki fungsi sebagai audio player, kendati kapasitas musik yang bisa ditampung smartwatch tidak sebanyak kapasitas musik pada smartphone lantaran memori internal yang dimiliki smartwatch terbatas. Untuk mendengarkan musik dari smartwatch, dibutuhkan handsfree Bluetooth. Terkadang, fitur radio pun disematkan di dalam jam tangan pintar. Terdapat pula smartwatch yang bisa memutar lagu, menghentikannya, memutar trek selanjutnya atau kembali ke trek sebelumnya dengan mudah dan secara nirkabel yang ada di smartphone tanpa harus menyentuh layar smartphone.

Di masa sekarang, sebagian orang begitu memperhatikan kesehatan dan kebugaran badannya. Melihat peluang ini, sejumlah vendor pun menyematkan fitur yang dapat merekam aktivitas kebugaran pengguna termasuk jumlah langkah, jarak tempuh lari, kalori yang terbakar, dan siklus tidur selama 24 jam 7 hari nonstop ke dalam smartwatch yang diproduksinya.

Cara Kerja Smartwatch

Agar dapat mengoptimalkan fitur-fitur yang ada, smartwatch haruslah selalu terkoneksi dengan smartphone. Sebenarnya inilah tujuan diciptakan smartwatch, yaitu sebagai pasangan bagi smartphone. Pengguna tidak perlu lagi repot-repot membuka smartphone yang tersimpan di saku atau dalam tas, untuk melihat SMS, Email, panggilan telpon masuk atau lainnya. Umumnya smartwatch terhubung ke smartphone menggunakan koneksi bluetooth.

Jam tangan pintar pada umumnya menggunakan teknologi layar sentuh atau touchscreen untuk pengoperasiannya. Dalam keadaan standby, layar ponsel akan menampilkan jarum jam analog ataupun penunjuk waktu digital. Namun ketika layar disentuh, tampilan langsung berubah seperti tampilan ponsel aktif.

Pengguna jam tangan ponsel melakukan dan menerima panggilan telepon dengan cara menekan tombol yang biasanya terletak di bagian tengah bawah layar. Saat tombol itu ditekan, akan muncul deretan angka. Kemudian pengguna jam tangan ponsel tinggal memasukkan nomor yang dituju, dan tekan tombol call. Namun beberapa merek smartwatch memiliki sensor otomatis sehingga untuk menjawab panggilan telepon, pengguna cukup menggerakan tangan mendekati mulut dan telinga, dan bisa langsung berbicara. Untuk menutup panggilan telepon, hanya perlu kembali menggerakan tangan ke posisi semula dan telepon otomatis terputus. Itulah yang disebut teknologi sensor otomatis position sensitive switch.

Di masa yang akan datang, smartwatch mungkin akan menjadi salah satu perangkat wajib yang diadopsi oleh banyak orang seperti halnya smartphone. Sehingga orang dapat berinteraksi kembali dengan sesamanya dan tidak terfokus ke layar smartphone-nya.



Read more: http://www.wiharjo.com/2015/09/mengenal-smartwatch-jam-tangan-pintar.html#ixzz3rSWcsNCF

Acara Televisi di Indonesia

Televisi kini sudah bukan menjadi barang mewah yang hanya kalangan tertentu yang dapat memilikinya, namun juga sudah menjadi milik hampir semua orang. Hampir setiap rumah pasti memiliki televisi, dan hampir seluruh pemilik televisi juga memiliki anak-anak yang masih membutuhkan bimbingan dari orang tua. Tetapi apa yang terjadi hari ini?

Acara televisi sekarang banyak sekali memberikan tayangan yang tidak sepatutnya ditayangkan pada waktu yang disiarkannya. Banyak ejekan pula hinaan yang dilontarkan para aktor dan aktris di televisi sehingga semakin mudah untuk ditiru banyak anak-anak di Indonesia. Hal ini terjadi karena acara televisi yang seperti ini disiarkan pada jam-jam anak-anak berada di rumah. Tentu saja anak-anak yang berada di rumah dengan mudahnya menonton acara-acara televisi di rumah masing-masing, dan tanpa bimbingan orang tua karena bisa saja orang tua mereka sedang berada di luar atau masih bekerja.

Semakin hari, semakin banyak acara televisi yang merusak moral anak-anak Indonesia. Tentunya kita sebagai orang biasa tidak mampu juga berbuat banyak karena mereka yang memiliki perusahaan televisipun melindungin aset yang mereka miliki. Kita sebagai orang biasa hanya bisa mengarahkan anggota keluarga kita agar tidak menonton acara televisi yang dapat merusak moral anggota keluarga kita.

Google Chromecast


Kecepatan jaringan internet yang semakin tinggi memberikan lebih banyak keleluasaan untuk bertukar data dengan ukuran yang cukup besar; selain itu jaringan yang cepat juga memberikan kemudahan untuk melakukan streaming data multimedia baik itu video ataupun audio. Kesempatan ini sepertinya dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh Google yang meluncurkan Chromecast.

Google Chromecast adalah adapter media digital yang mampu menjembatani pemutaran file video ataupun audio dengan melakukan streaming langsung menggunakan koneksi WiFi. Pengguna Google Chromecast dapat memilih program yang akan ditonton ataupun memutar musik yang diinginkan melalui aplikasi yang dijalankan dari telepon genggam pintar atau menggunakan piranti Google Chrome yang dijalankan menggunakan komputer yang terkoneksi ke internet.

Spesifikasi Teknis Google Chromecast
Adapter media digital Google Chromecast memiliki uluran kurangl ebih 2,83 inci atau sekitar 7,2 cm; adapter ini digunakan dengan menyambungkannya pada terminal HDMI sebuah televisi dan akan mendapatkan catu daya dari terminal mikro USB yang terdapat pada sebuah pesawat televisi HD modern ataupun menggunakan power supply lain. Selain itu; Google Chromecast juga dapat dipasang pada terminak HDMI 1.4+ dengan menggunakan temrinal MHL pada televisi.

Kombinasi antara aplikasi pengontrol dan adapter yang terpasang pada pesawat televisi akan memberikan akses untuk memutar musik ataupun video dari berbagai sumber online seperti Google Play Music, Google Play Movie ataupun video yang berasal dari YouTube. Beberapa aplikasi lain seperti Pandora, HBO Go, Hulu serta TwiT.tv dapat ditambahkan untuk mendapatkan akses video ataupun audio dari lebih banyal lagi sumber.

Aplikasi Google Chromecast dapat dijalankan pada beberapa sistem operasi seperti Android, iOS ataupun Chrome OS untuk kemudahan dan fleksibilitas penggunaan adapter; selain itu dengan bantuan perangkat lunak peramban internet Google Chrome, aplikasi dan adapter Google Chromecast dapat dijalankan pada Windows ataupun OS X.

Dari penuturan wakil residen Google, Hugo Barra, Google Chromecast dibuat dengan menyederhanakan Chrome OS; meskipun begitu beberapa peretas perangkat luna menyatakan bahwa Google Chromecast lebih memiliki kemiripan dengan Androiddibandingkan dengan Chrome OS yang mengarahkan spekulasi bahwa aplikasi ini dikembangkan dari perangkat lunak Google TV.
Kemudahan Dan Fitur Yang Ditawarkan Google Chromecast

Adapter media digital Google Chromecast memberikan kemudahan dan kepraktisan bagi penggunanya untuk menonton video ataupun mendengarkan musik yang langsung diakses dari internet dengan metode streaming. Hal memberikan keleluasaan penggunanya untuk menonton film dari YouTube, Netflix ataupun sumber – sumber lain dengan menggunakan televisi berkualitas HD.
Adapter ini tidak memerlukan pengendali khusus karena dapat dikontrol langsung menggunakan perangkat telepon genggam pintar ataupun komputer tablet. Google Chromecast memberi kemudahan untuk mengakses berbagai sumber multimedia di internet dan memutarnya langsung di televisi tanpa memerlukan perangkat yang rumit.

Sumber: http://www.bedahtekno.com/bedah-gadget/google-chromecast-untuk-kemudahan-streaming-video-dan-audio-dengan-televisi-hd/

Nexus dan Android One

Nexus dan Android One adalah smartphone besutan Google yang memiliki versi sistem operasi yang selalu lebih dahulu terbaharui dibanding smartphone besutan produsen lain. Tetapi di antara keduanya memiliki perbedaan secara menyeluruh. Apa sajakah perbedaannya?

1. Nexus adalah Premium Handset
Ekosistem Nexus berada di rentang harga yang tinggi, jadi spesifikasi yang ditawarkan juga sekelas dengan smartphone dengan harga yang tinggi. Berbeda dengan Android One yang diciptakan sebagai smartphone harga murah. Meskipun begitu, keduanya tetap mendapatkan perhatian khusus dari Google sendiri - sama-sama mendapatkan update sistem operasi terlebih dahulu.

2. Nexus Tidak Memiliki Slot Memori Tambahan
Android One dibuat dengan memori yang dapat ditambahkan oleh penggunanya. Berbeda dengan Nexus, slot memori tambahan tidak tersedia di jenis ini. Ada beberapa alasan mengapa Nexus tidak menyediakan slot memori tambahan, salah satunya agar kinerja Nexus tidak menurun karena menggunakan memori tambahan dengan kualitas yang kurang baik.

3. Nexus Diciptakan Hanya Satu per-Generasi
Google membuat Nexus dengan cara bekerja sama dengan produsen smartphone lain. Tetapi Google memproduksi Nexus hanya satu per generasi dengan cara memberi tender kepada beberapa produsen smartphone lalu memberikan hak untuk memproduksi Nexus. Berbeda dengan Android One, sistem operasi Android One bisa disubstitusi dengan perangkat Android One lainnya meskipun berbeda merek.

Kedua jenis smartphone dari Google ini disasarkan untuk kalangan yang berbeda. Untuk mereka yang ingin mendapatkan versi Android terbaru, maka keduanya bisa dijadikan pilihan. Tetapi untuk segi peforma, memang Nexus jauh lebih baik dibanding Android One. Kelangkaan slot memori tambahan memang bukan menjadi favorit semua orang. Tetapi pilihan kembali kepada Anda.

Wednesday, October 28, 2015

Teknologi Mahal yang Terabaikan

Dari sejak kecil, saya sudah banyak melihat lingkungan yang ada di sekitar saya maupun yang ada di belahan dunia sana melalui media masa. Perkembangan teknologi yang tidak ada hentinya terus terjadi setiap saat dan tidak jarang banyak orang yang tanpa sadar "memubazirkan" teknologi yang sudah ada di genggaman mereka. Apa sajakah teknologi mahal di genggaman yang jarang dipakai oleh sebagian besar dari kita?

1. NFC
NFC adalah singkatan dari Near Field Communication atau komunikasi jarak dekat. Sebenarnya NFC sudah banyak kita nikmati, misalnya pada kartu e-KTP, kartu commuter line dan juga uang elektrik yang berupa kartu. Namun seiring berkembangnya teknologi, NFC ini sudah banyak ditanamkan di smartphone yang memiliki harga yang cukup tinggi. NFC ini di luar negeri biasa digunakan untuk membantu melakukan pembayaran secara elektronik. Namun, tidak sedikit orang yang mengabaikan atau tidak tahu tentang keberadaan NFC ini.

2. IR Blaster
Sekitar tahun 2000-an, inframerah ini sangat terkenal untuk mengirimkan data-data yang kecil. Namun kehadiran teknologi Bluetooth memudarkan popularitas dari teknologi Infrared dalam rangka untuk mengirim dan menerima data. Namun dengan kebutuhan mobile yang tinggi, inframerah yang biasanya ada pada remot alat elektronik kini dihadirkan kembali di beberapa smartphone yang bisa dikatakan relatif mahal. Dengan memasukkan atau mencari preset kode yang ada, maka smartphone anda bisa untuk sekedar mengganti channel televisi ataupun menaik-turunkan termostat pada pendingin ruangan di rumah.

3. Screen Casting
Screen casting banyak juga disebut sebagai miracast. Sudah banyak sekali smartphone yang mengadopsi teknologi ini. Namun untuk menikmatinya, anda juga harus membeli televisi ataupun penerima dari screen casting tersebut, seperti Google Chromecast. Screencasting akan mengirimkan gambar yang ada di gadget anda secara nirkabel dengan bantuan WIFI yang ada pada smartphone dan receiver screen casting. Dan tidak sedikit juga orang yang tercengang karen baru tahu hal ini saat melihat demonstrasi fitur ini pada detik ini juga. Padahal teknologi ini sudah sekitar 1 atau 2 tahun dikenalkan.

Mungkin cukup 3 saja fitur mubazir yang ada di genggaman banyak orang. Sekiranya dengan terbitnya artikel ini bisa sedikit membuka gambaran kekuatan yang ada di dalam genggaman anda para pembaca.

Menggunakan Laptop dengan Baik

Laptop adalah sebuah perangkat komputer jinjing yang artinya bisa dibawa kemana-mana. Laptop sebenarnya adalah CPU yang diperkecil dan disatukan dengan alat input dan output minimal yang dibuat untuk memenuhi kebutuhan manusia yang selalu bergerak. Namun tidak jarang bagi mahasiswa seperti saya yang menggunakan laptop sebagai pengganti dari komputer pribadi atau PC karena lebih efisien dan ekonomis dalam arti hemat listrik. Namun karena bentuknya yang 'kompak', sebenarnya sebuah laptop juga butuh perhatian khusus dalam penggunaannya.

Yang pertama, jangan gunakan alas yang kotor untuk laptop. Sebuah laptop memiliki kipas untuk mendinginkan prosesor. Prosesor ini bisa mencapai suhu yang tinggi, sehingga jika sirkulasi udaranya terganggu, maka tidak menutup kemungkinan bahwa laptop kita bisa meledak. Debu dan kotoran yang menumpuk pada aliran angin keluar bisa menghambat proses pendinginan prosesor laptop. Hal ini juga yang biasanya membuat laptop anda mati mendadak karena adanya pengaturan keamanan dari BIOS yang secara otomatis mematikan laptop jika sudah mencapai suhu yang telah ditentukan.

Kedua, ada pendapat yang menyebutkan bahwa jika ingin menggunakan laptop berlama-lama, maka cabut batere laptop anda. Pernyataan ini semata-mata bertujuan untuk membuat sel dalam batere laptop anda awet dan sehat, sementara anda secara tidak sadar mengabaikan kesehatan mesin atau motherboard laptop anda. Mengapa demikian? Karena arus dari adapter charger laptop anda tidak sepenuhnya berada pada arus yang stabil. Adapter charger laptop-pun menyuplai daya naik turun sesuai dengan kebutuhan proses kerja laptop anda. Itu sebabnya mengapa diciptakan perangkat UPS (Uninterupted Power System) atau boleh disebut batere cadangan yang fungsinya sama seperti batere laptop. Jika anda ingin menggunakan laptop berlama-lama dan mencabut batere, ada baiknya anda membeli sebuah UPS dengan tampungan daya yang cukup bagi laptop anda.

Yang terakhir yang akan saya bahas adalah pelindung keyboard laptop berbahan karet. Menurut pendapat saya, ini hanya ditujukan agar bagian keyboard laptop anda bebas kotor dan debu. Sedangkan anda secara tidak sadar juga mengabaikan sirkulasi udara dari internal laptop melalui sela-sela keyboard anda. Belum lagi jika anda menggunakan pelindung keyboard yang universal, anda seringkali kerepotan membetulkan posisi pelindung keyboard anda.

Mengenal 4G LTE

LTE adalah singkat dari Long Term Evolution. Dari namanya saja ini adalah sebuah teknologi jangka panjang, entah itu dari migasi, distibusi, ataupun pengembangannya. 4G LTE adalah teknologi di bidang radio telepon genggam yang mengedepankan kecepatan akses kirim dan terima lebih baik dari teknologi sebelumnya, HSPA+.

LTE memiliki dua segmen yang saya ketahui, yaitu FDD dan TDD. Keduanya jelas berbeda karena menurut pengalaman saya, perangkat FDD tidak bisa menerima sinyal dari TDD. Begitupula sebaliknya. Saya memiliki sebuah smartphone Lenovo A6000 yang mampu menangkap sinyal FDD dan TDD, dan juga sebuah smartphone Xiaomi Redmi 2 Indonesia yang hanya memiliki penangkap sinyal FDD. Itu artinya Redmi 2 saya tidak bisa menangkap sinyal 4G LTE TDD, seperti Bolt Super 4G dan Smartfren LTE.

Tes kecepatan salah satu provider internet LTE, Bolt Super 4G.
Lalu untuk menikmati jaringan ini, pengguna memiliki beberapa syarat, yaitu memiliki perangkat yang mendukung jaringan 4G (FDD dan TDD tergantung dari penyedia layanan), dan sebuah kartu USIM, serta masuk ke area yang terjangkau oleh sinyal pemancar LTE. Membahas tentang kartu USIM, dalam dunia LTE, pengguna GSM dan CDMA sama-sama bisa menikmati kartu yang sama dalam sebuah perangkat yang mendukung frekuensi yang ditujukan operator. Misalnya saya memiliki Lenovo A6000 yang mendukung radio TDD yang sama juga dengan LTE Smartfren, maka saya dapat menikmati layanan 4G LTE dari Smartfren selama kartu perdana yang digunakan adalah kartu USIM, bukan SIM biasa.

Duel Harga dan Nama, Lenovo A6000+ VS Samsung Galaxy A5 duos


Sebagai contoh di atas, spesifikasi keduanya hampir sama. Bisa kalian lihat di sini.

Lalu perbandingan harga di salah satu e-commerce Lazada Indonesia adalah sebagai berikut.


Harganya terpaut jauh, tetapi tidak sedikit juga yang membeli kedua gadget tersebut. Ditinjau dari berbagai sisi, semuanya kembali ke pilihannya masing-masing. Samsung Galaxy A5 hadir dengan layar AMOLED yang terkenal baik untuk mereproduksi warna dan irit daya serta bezel alumunium yang membuat Lenovo A6000+ terlihat kurang menarik. Di satu sisi, Lenovo A6000+ menawarkan spesifikasi yang mirip minus sensor magnetik (kompas) tetapi dengan harga yang sangat berbeda jauh. Itu semua kembali kepada kebutuhan dari masing-masing calon pembeli.

Virtual Reality

Virtual reality (VR) atau realitas maya adalah teknologi yang membuat pengguna dapat berinteraksi dengan suatu lingkungan yang disimulasikan oleh komputer (computer-simulated environment), suatu lingkungan sebenarnya yang ditiru atau benar-benar suatu lingkungan yang hanya ada dalam imaginasi. Lingkungan realitas maya terkini umumnya menyajikan pengalaman visual, yang ditampilkan pada sebuah layar komputer atau melalui sebuah penampil stereokopik, tapi beberapa simulasi mengikutsertakan tambahan informasi hasil pengindraan, seperti suara melalui speaker atau headphone.

Virtual reality menggunakan sensor pendeteksi gerakan atau gravitasi yang disebut dengan gyroscope. Virtual reality merupakan pengembangan dari Augmented reality atau AR. Berbeda dengan augmented reality, virtual reality memberikan pengalaman yang lebih dengan menggunakan tidak hanya visual, namun juga audio serta tampilan yang akan mengikuti kemanapun kita melihat. Seakan-akan kita masuk ke dalam dunia virtual secara nyata.
Virtual Reality

Beberapa sistem haptic canggih sekarang meliputi informasi sentuh, biasanya dikenal sebagai umpan balik kekuatan pada aplikasi berjudi dan medis. Para pemakai dapat saling berhubungan dengan suatu lingkungan sebetulnya atau sebuah artifak maya baik melalui penggunaan alat masukan baku seperti a papan ketik dan tetikus, atau melalui alat multimodal seperti a sarung tangan terkabel, Polhemus boom arm, dan ban jalan segala arah. Lingkungan yang ditirukan dapat menjadi mirip dengan dunia nyata, sebagai contoh, simulasi untuk pilot atau pelatihan pertempuran, atau dapat sangat berbeda dengan kenyataan, seperti di VR game. Dalam praktik, sekarang ini sangat sukar untuk menciptakan pengalaman Realitas maya dengan kejernihan tinggi, karena keterbatasan teknis atas daya proses, resolusi citra dan lebar pita komunikasi. Bagaimanapun, pembatasan itu diharapkan untuk secepatnya diatasai dengan berkembangnya pengolah, pencitraan dan teknologi komunikasi data yang menjadi lebih hemat biaya dan lebih kuat dari waktu ke waktu.