Showing posts with label 1KA10. Show all posts
Showing posts with label 1KA10. Show all posts

Friday, May 16, 2014

Kebudayaan di Indonesia

Indonesia mempunyai banyak sekali budaya yang beranekaragam. Kebudayaan itu
berasal dari kebudayaan yang beraneka ragam suku-suku di Indonesia.

Macam macam budaya di Indonesia;

  • Rumah Adat di Indonesia
1. Aceh

Rumah Adat di Aceh bentuknya panggung. Dan ada juga rumah yang berupa lumbung padi yang dinamakan Berandang.








2. Sumatra Utara

Sumatra Utara Medan Rumah Balai Batak Toba.







3. Sumatra Barat

Sumatra Barat Padang Rumah Gadang.








4. Riau
Riau Pekanbaru Rumah melayu selaso jatuh kembar.

5. Jambi


Jambi Rumah Panggung.

6. Sumatra Selatan


Sumatra Selatan Palembamng Rumah Limas.





7. Bengkulu

Bengkulu Rumah Bubungan Lima.

8. Lampung

Bandar Lampung Nuwo sesat.

9. Kepulauan Bangka Blitung
Pangkal Pinang Rumah Rakyat.

10. Kepulauan Riau Tanjung Pinang (-)

11. Jakarta

Jakarta Rumah kebaya.

12. Yogyakarta

Yogyakarta Rumah joglo
.

13. Jawa Barat

Bandung Kesepuhan
.

14. Jawa Tengah

Semarang Rumah joglo
.

15 .Jawa Timur

Surabaya Rumah joglo
.

16. Banten Serang (-)

17. Bali

Denpasar Gapura candi bentar.

18. Nusa Tenggara Timur
Kupang Sao ata mosa lakitana
.

19. Nusa Tenggara Barat

Mataram Dalam loka samawa.

20. Kalimantan Barat

Pontianak Rumah panjang.

21. Kalimantan Tengah

Palangka Raya Rumah betang

22. Kalimantan Selatan

Banjarmasin Rumah banjar


23. Kalimantan Timur

Samarinda Rumah lamin
.

24. Sulawesi Utara

Manado Rumah bolaang mongondow.

25. Sulawesi Tengah

Palu Souraja / Rumah besar
.

26. Sulawesi Selatan

Makassar Tongkonan
.

27. Sulawesi Tenggara

Kendari Laikas
.

28. Sulawesi Barat Mamuju (-)

29. Maluku

Ambon Baileo.

30. Papua Jayapura

Rumah honai
.

  • Tarian di Indonesia
  1. Tari Saman Meuseukat (Aceh).
  2. Tari Legong ( Bali).
  3. Tari Kecak ( Bali).
  4. Tari Adun ( Bengkulu ).
  5. Tari Bidadari Teminang Anak ( Bengkulu ).
  6. Tari Topeng ( DKI Jakarta ).
  7. Tari Yopong ( DKI Jakarta ).
  8. Tari Sekapur sirih ( Jambi ).
  9. Tari Selampir Dellapan ( Jambi).
  10. Tari Topeng Kuncaran ( Jawa Barat ).
  11. Tari Merak ( Jawa Barat ).
  12. Tari Serimpi (Jawa Tengah ).
  13. Tari Blambangan Cakil (Jawa Tengah ).
  14. Tari Remong ( Jawa Timur ).
  15. Tari Reog Ponorogo ( Jawa Timur ).
  16. Tari Monong (Kalimantan Barat).
  17. Tari Zapin Tembung (Kalimantan Barat).
  18. Tari Baksa Kembang ( Kalimantan Selatan).
  19. Tari Radab Rahayu (Kalimantan Selatan).
Dan masih banyak lagi kebudayaan yang ada di indonesia seperti;
  • Baju Adat
  • Senjata Tradisional
  • Seni Pertunjukkan Rakyat
  • Lagu Tradisional
  • Alat musik
  • Makanan
  • dan lain-lain
Sumber: http://dina-budayadiindonesia.blogspot.com/

Cita-Cita dan Harapan

Setiap manusia pasti punya cita-cita dan harapan. Manusia diciptakan dengan memiliki hati, pikiran, dan akal. Dengan hati, manusia bisa merasakan, dan bisa merasakan menginginkan sesuatu. Dengan pikiran, manusia bisa berpikir untuk mencapai sesuatu yang diinginkan. Harapan itu ada untuk semua orang, dan cita-cita itu ada dan terpendam dalam hati setiap orang.

Tidak ada yang tahu menjadi apa kita esok. Tetapi yang pasti kita masih punya waktu untuk menggapainya, walaupun umur kita sudah cukup tua. Masih banyak yang masih berjuang menggapai harapannya meskipun sudah dikatakan berumur ataupun tidak dipercaya orang bahwa ia dapat mencapai angan-angannya yang tertinggi. Siapapun yang masih punya cita-cita dan asa, dia akan memiliki harapan. Dan setiap orang yang masih memiliki harapan, maka ia akan mendapat jalannya melalui perjuangan yang cukup.

Foto saya dan teman-teman berharap menjadi orang laboratorium
  

Dari salah seorang di foto itu, ada yang memiliki cita-cita untuk menjadi dokter. Kami sedang mengikuti kegiatan praktikum di laboratorium sekolah. Dan dengan percaya dirinya, kami memakai jas laboratorium sekolah kami. Kami mengibaratkan semuanya adalah dokter, dan inilah gambaran wajah dan penampilan kami jika menjadi dokter. Tetapi pada kenyataannya, tidak semua menjadi dokter. Tapi kami masih menjadi dokter di bidang kami masing-masing, contohnya saya bisa menjadi dokter komputer dengan kuliah di jurusan sistem informasi ini.

Banyak dari kami yang memiliki harapan. Mengapa tidak utnuk kita semua?

Wednesday, April 16, 2014

Manusia dan Keadilan

Di kehidupan berbangsa dan bernegara, manusia butuh keadilan. Di dalam Pancasila sendiri, ada sila yang menyebutkan tentang keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Harusnya keadilan diberikan tanpa terkecuali. Tapi pada kenyataannya, manusia tetap manusia. Pemimpin bangsa berikut pemerintahnya tidak dapat memberikan keadilan yang menyeluruh terhadap rakyatnya sendiri.

Di negara Indonesia, masih banyak yang masih merasakan kelaparan. Masih banyak pula kesenjangan sosial dengan jarak yang tinggi. Kadang ada orang yang bilang bahwa selama ini kita cenderung memperkaya orang yang sudah kaya. Pemerintah dan rakyatnya sendiri kurang memperhatikan rakyat yang status sosialnya kurang diakui.

Banyak sekali demo yang dilakukan banyak orang. Mulai dari mahasiswa, buruh, pegawai, dan berbagai macam bentuk demo lainnya. Mereka menuntut ini, menuntut itu, dan seringkali didasari oleh karena menuntut keadilan. Dan bahkan seringkali keadilan itu hanya untuk orang-orang berduit. Terkadang hal itu membuat negeri ini semakin kusut.

Keadilan adalah salah satu bagian terpenting dalam suatu negara. Terbentuknya negara tanpa keadilan akan menghasilkan berbagai macam kerusuhan di suatu negara. Makanya, tegakkanlah keadilan agar tidak ada orang yang merasa tersisihkan, sehingga negeri ini menjadi tentram. Mulailah dari diri sendiri, dan jangan menuntut orang lain.

Sunday, April 13, 2014

Manusia dan Kasih Sayang

Tiap manusia berhak mencintai orang lain. Tidak ada alasan yang salah bagi seseorang untuk mencintai orang lain. Karena hakekatnya, manusia dilahirkan dengan perasaan dan kasih sayang antar sesama. Mencintai boleh tetapi kita tidak boleh memiliki. Kenapa? Karena menurut saya, yang dibolehkan adalah saling memiliki.

Potret di atas adalah dua orang teman saya. Salah satu dari mereka jatuh cinta dengan yang ada di foto tersebut. Tetapi dia begitu sulit untuk menyatakan perasaannya, bahkan terkesan terlambat saat ingin mengutarakannya. Orang yang dia cintai, telah pergi jauh di kota lain. Sementara ia bercerita kepada saya bahwa ia ingin memilikinya, dan memiliki satu sama lain.

Tidak semua orang dapat mengungkapkan perasaannya. Tetapi setiap orang berhak menyangi orang lain selama perasaan kasih dan sayangnya itu tulus dan tidak ada aturan yang terlanggar. Contohnya, kita tidak boleh mencintai istri atau suami dari orang lain, karena itu akan menyakiti persaan pasangannya yang sudah lebih berhak untuk mencintainya. Dan setiap orang diharuskan untuk menjaga perasaan orang lain, karena bila seseorang telah sakit hati maka seringkali susah untuk diobati.

Cinta juga tidak boleh berlebihan, karena jika cinta seseorang yang perasaannya terlalu besar itu ditolak, maka rasa sakitnya akan berlipat ganda daripada seseorang yang mencintai seseorang dengan tulus tanpa syarat. Namun, seringkali cinta tanpa syarat itu sulit ditemukan. Karena dalam buku yang pernah saya baca, cemburu itu baik. Artinya jika seseorang cemburu, maka orang tersebut memiliki perasaan ingin menjaga orang yang ia cintai. Namun cinta yang posesif, terkesan terlalu ingin memiliki juga tidak baik. Pasalnya, setiap orang berhak memiliki privasi dan sedikit ruang untuk bergerak agar dapat menjadi manusia yang lebih baik.

"Jika cinta itu tulus, maka cinta itu ingin saling memperbaiki, saling mengerti, saling mendukung, dan saling menjaga", itu yang sering saya dengar dari orang lain. Padahal kenyataannya berat untuk melihat orang yang kita cintai dimiliki oleh orang lain. Pasti rasanya cukup sakit jika kita tidak berpikir bahwa ada orang lain yang telah disiapkan untuk menjadi jodoh kita nanti.

Berbicara soal cinta dan kasih sayang, sulit rasanya untuk dipikirkan. Karena cinta itu adalah rasa, dan bukanlah materi untuk dipelajari, tetapi untuk dimengerti.

Tuesday, November 26, 2013

Contek Mencontek Sudah Biasa

Judul di atas sudah sangat sering terdengar di telinga kita. Mengenai contek-mencontek tidak hanya seorang pelajar yang melakukan, bahkan orang yang bekerja di suatu perusahaan pun sering kali melakukannya. Seperti mencontek teknologi, atau mengikuti teknologi yang diciptakan seseorang, namun dijiplak untuk produknya sendiri. Disain juga salah satu yang menjadi masalah dalam peperangan antar perusahaan yang maju. Contek-mencontek bisa jadi salah satu aksi pembajakkan yang kecil atau besar, yang bisa menjadi masalah yang sangat komplikasi di suatu hari ke depan.

Sebenarnya, manusia diciptakan dengan memiliki otak dengan kemampuan berpikir yang terbaik dibandingkan dengan mahluk Tuhan lainnya. Tetapi terkadang manusia terkesan malas untuk mengembangkan suatu ide kreatif untuk sesuatu yang inovatif dan belum ada sebelumnya. Sebenarnya, dengan inovasi yang lebih, maka seseorang bisa memajukan sebuah peradaban dunia yang lebih baik. Kreatifitas manusia itu tidak terbatas, maka jika seseorang mampu mengembangkannya, tidak ada penghalang bagi kemajuan manusia.

Mencontek memang lebih akrab di kalangan pelajar. Saya sendiri pernah, bahkan sering melakukan kegiatan mencontek, baik dalam latihan maupun sebuah ujian. Mencontek sebenarnya adalah aksi "takut salah" atau tidak percaya diri dari diri seseorang yang menghambat kemajuan dalam jiwa manusia. Dengan pernyataan yang mungkin sering didengar: "Mencontek sudah biasa, mengerjakan sendiri baru luar biasa". Karena orang-orang sudah berpendapat seperti ini, maka ide dan kemampuannya terhambat dan tidak dapat tersalurkan menjadi suatu barang nyata yang unik yang pemikirannya tidak dimiliki orang lain.

Seringkali saya mendengar juga pernyataan dengan anggapan: "Mencontek sudah menjadi tradisi manusia". Kalau dipikir-pikir, miris untuk mendengar kesaksian yang seperti itu. Tapi kadang karena dari beberapa desakan yang masuk dalam pikiran manusia, tiap orang tidak mampu berpikir bahwa mencontek adalah kegiatan yang tidak baik. Misalnya dalam ujian, setiap orang tidak ingin memiliki nilai yang buruk. Ini sebenarnya bukan merupakan mental pahlawan yang akan sukses di kemudian harinya.

Sejujurnya, mencontek itu dapat menyengsarakan, bahkan membuat seseorang tersesat jika mencontek dilakukan dari kecil. Seseorang akan takut untuk melakukan sesuatu karena seseorang sangat takut untuk salah. Mereka kadang tidak ingat tentang jawaban yang mereka tulis saat mencontek, maka saat ditanya mereka tidak tahu apa-apa. Terlebih dalam dunia kerja, seseorang dengan nilai yang bagus maka bisa jadi ditempatkan di posisi yang tinggi dalam sebuah perusahaan. Namun jika prakteknya mereka gagal karena mereka tidak tahu teori yang dulu dipelajari, seseorang bisa jadi mendapatkan nama yang buruk di mata orang lain, bahkan di mata perusahaan orang lain yang menyebabkan sulitnya seseorang sulit untuk diterima dalam dunia kerja.

Jadi, bagi kita generasi muda, sebisa mungkin kita menyelesaikan sendiri untuk semua permasalahan yang kita hadapi agar kelak kita tidak akan putus asa saat menghadapi masalah. Apalagi merasakan rasa takut untuk salah, karena seseorang dapat sukses karena belajar dari kesalahan sendiri. Mandiri adalah salah satu kunci kesuksesan dibarengi dengan ketekunan dan diiringi dengan doa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Sumber: Pendapat pribadi.

Monday, November 18, 2013

Wanita Lebih Bisa Menjadi Pemimpin yang Mengayomi

Wanita lebih bisa menjadi pemimpin yang mengayomi
Merdeka.com - Di zaman emansipasi wanita seperti sekarang ini, isu terkait pemimpin wanita tetap menjadi bahan pembicaraan yang hangat di setiap jenis pekerjaan. Beberapa berpendapat bahwa pemimpin wanita tidak akan efektif, karena wanita memang tidak ditakdirkan untuk memimpin dengan segala sensitivitas perasaan yang dimiliki. Beberapa yang lain berpendapat bahwa wanita bisa menjadi pemimpin untuk skala yang terbatas, tergantung seberapa kuat mental wanita itu sendiri. 
Dilansir dari Redbookmag, berikut ini adalah beberapa alasan mengapa wanita bisa menjadi pemimpin yang lebih mengayomi daripada pria.


1. Lebih bisa memanfaatkan penghargaan
Seorang bos perempuan tidak akan memberikan imbalan untuk perseorangan terhadap keberhasilan tim di kantornya. Tidak ada aktor utama bagi seorang bos perempuan, semua karyawannya adalah aset perusahaan. Jadi, jika Anda kebetulan menjadi penentu tercapainya target kantor dari tim Anda bulan ini, jangan mengharapkan bonus pribadi seperti waktu cuti seminggu. Sebagai gantinya, mungkin Anda akan mendapatkan voucher makan siang di sebuah restoran mewah bersama kawan satu tim Anda guna semakin memperkuat kerjasama.


2. Cenderung lebih mendengarkan banyak pendapat
Wanita begitu paham bagaimana rasanya ingin didengar. Oleh karena itu, seorang bos perempuan biasanya akan meminta pendapat dari semua karyawannya saat rapat, daripada hanya meminta saran dari asistennya saja. Seorang wanita mengerti bahwa seminimal apapun efek sebuah pemikiran dari seorang karyawan, hal tersebut akan memberinya sudut pandang lain untuk mengembangkan perusahaan.


3. Lebih memahami kendala karyawan
Dengan sensitivitas perasaan yang dimiliki, seorang bos perempuan akan lebih mengerti mengapa karyawannya sering harus izin tidak masuk kantor karena keluarga, atau mengapa karyawan mengalami kesulitan mencapai target yang ditentukan oleh perusahaan. Dia akan menggali lebih dalam tentang alasan permasalahan tersebut, alih-alih memanggil karyawan tersebut ke ruangannya dan menegurnya.


4. Lebih luar mengambil sudut pandang
Seorang wanita akan cenderung memasukkan aspek emosi dan pemahaman terhadap pencarian solusi. Ini dikarenakan seorang wanita memiliki insting yang kuat terhadap keadaan di sekelilingnya, daripada pria yang lebih berorientasi pada cepat atau tidaknya solusi yang dibutuhkan dapat bisa berhasil. 


5. Pertanyaan-pertanyaan yang lebih spesifik
Seorang wanita memiliki keingintahuan yang tulus. Kepeduliannya terhadap kinerja karyawannya yang bermasalah membawanya pada penelusuran yang mendalam sebelum akhirnya mendiskusikannya dengan karyawan tersebut. 


6. Multi-tasker handal
Berbagai penelitian telah menunjukkan bagaimana seorang wanita dapat meng-handle 2 atau lebih urusan dalam satu waktu misalnya, menerima telepon klien sambil menyelesaikan diagram performa kerja di komputer. Hal ini akan lebih menguntungkan perusahaan karena kemungkinan adanya pekerjaan yang terbengkalai akan mengecil.


7. Wanita tidak agresif
Wanita mengerti betapa pentingnya kerja pelan-pelan dan penuh kesabaran. Oleh karena itu, adanya sikap gegabah dalam mengambil keputusan bisa diminimalisir.


Itulah alasan mengapa wanita lebih bisa menjadi seorang pemimpin yang mengayomi.


[mzh]
Sumber: http://www.merdeka.com/gaya/wanita-lebih-bisa-menjadi-pemimpin-yang-mengayomi.html

Komentar saya:

Emansipasi wanita memang sudah tidak asing di waktu ini. Kita banyak sekali menemukan wanita karir berkeliaran hingga larut malam demi 'profesionalitas' yang mereka junjung tinggi. Saya sering mendengar pepatah "Di balik pria sukses ada wanita hebat yang mendukungnya" dan ini menjadi acuan bahasan pada artikel ini.

Jika seorang wanita menjadi pemimpin, maka tidak ada lagi pria hebat di belakangnya. Wanita cenderung lebih baik untuk menasihati, bukan menjalankan rencana sebuah bisnis dan perusahaan. Artikel ini menjadi subyektif untuk dituliskan dalam sebuah media massa, karena tidak semua wanita dapat berperan aktif dan memajukan suatu usaha yang mereka pimpin. Terkadang, godaan seperti pujian dapat menjerumuskan suatu perusahaan yang dipegang oleh wanita.

Wanita juga pada dasarnya lebih baik untuk mendukung suami yang dimilikinya. Wanita memiliki kemampuan psikologi yang baik sehingga wanita dapat memberi saran kepada sang pria untuk kemudian sang pria pemimpin ini timbang terlebih dahulu. Jikalau seorang wanita sudah memiliki anak, maka kewajibannya harus diberatkan ke pendidikan psikologi anak karena wanita mampu mengerti orang lain dan memberi penjelasan yang halus. Jikalau seorang anak tidak memiliki ibu yang mendidiknya dengan baik, maka sang bapak belum tentu mampu untuk mengurus anak di rumah, apalagi mengurus rumah tangga dan kerapihan rumah yang baik karena perasaan estetika yang dimiliki seorang pria tidak sebesar yang dimiliki seorang wanita.

Bahaya juga dapat mengincar seorang wanita karir. Wanita pada dasarnya memiliki kemampuan bela diri yang lemah dan menjadi target dalam banyak aksi kejahatan. Misalnya perampokan, pemerkosaan, dan lain sebagainya. Karena itu, lebih baik perempuan tidak menyibukkan diri untuk menjadi seorang pemimpin perusahaan, melainkan pemimpin anak untuk mendidik seorang anak yang laki-laki yang akan menjadi pemimpin yang jauh lebih baik dari pria yang lainnya.

Bila dalam suntingan beserta komentar yang saya tuliskan di blog ini yang kurang berkenan di hati saudara/saudari, saya ucapakan mohon maaf yang sebesar-besarnya.
 

"Di balik pria sukses ada wanita hebat yang mendukungnya."

Monday, November 11, 2013

Lihat Onggokan Sampah, Jokowi Masuk Selokan

KOMPAS/IWAN SETIYAWAN
Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, memeriksa gorong-gorong saluran pembuangan Jalan MH THamrin di sekitar Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Rabu (26/12/2012). Pemeriksaan ini untuk melihat langsung kondisi saluran pembuangan yang diduga tersumbat dan menjadi penyebab timbulnya genangan saat hujan deras.
JAKARTA, KOMPAS.com — Di saat meninjau genangan air di Jalan Raya Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo tak sungkan masuk ke dalam selokan selebar setengah meter. Padahal, saat ini, pimpinan SKPD ikut meninjau bersamanya.


Semula, Jokowi hanya melihat kondisi selokan yang terhubung dengan Jalan Raya Lenteng Agung. Tiba-tiba, Jokowi setengah melompat masuk ke dalam selokan itu seraya membungkuk. Jokowi pun menunjukkan onggokan sampah di dalam gorong-gorong selokan. 


"Tuh lihat, di dalam itu buanyak sampah, makanya ada genangan," ujar Jokowi, Senin (11/11/2013). 


Jokowi sempat meminta Kepala Dinas Pekerjaan Umum Jakarta Manggas Rudi Siahaan untuk melihat langsung kondisi yang ada di dalam. "Sini, Pak, dilihat dari sini kelihatan banget," ucapnya sambil menunjukkan onggokan sampah di dalam selokan. 


Tetapi, Manggas tak ikut turun ke dalam selokan. Manggas hanya mengiyakan sambil memosisikan tubuhnya setara dengan Jokowi. 


Selain memantau gorong-gorong penuh sampah, Jokowi juga sempat menjejak-jejakkan kaki kanannya di dasar selokan. Jokowi mengatakan, salah satu penyebab genangan adalah endapan di selokan yang belasan tahun tidak pernah dikeruk sehingga menumpuk serta akhirnya mengurangi daya tampung selokan itu. 


"Di sini titik yang paling tinggi genangannya. Coba bayangin sampe keras begini endapannya," ujar Jokowi. 


Dia pun meminta Kepala Dinas PU untuk mengeruk endapan lumpur di selokan tersebut. Seperti diketahui, hujan yang mendera Jakarta pekan pertama November 2013 ini mengakibatkan genangan di Jakarta. Data Dinas Pekerjaan Umum mencatat ada 27 genangan yang ada di Jakarta. 


Jokowi menilai ada tiga penyebab genangan. Pertama, tidak sterilnya penghubung antara jalan dan saluran air dari sampah. Kedua, terdapatnya beragam kabel yang melintang di penghubung antara jalan dan saluran tersebut. Alhasil, sampah pun tersangkut di kabel sehingga menyebabkan tersendatnya air. Ketiga, tidak ratanya lebar saluran air tepi jalan. Ada ruas saluran yang memiliki lebar dua meter, tetapi di ruas selanjutnya menyempit hingga mencapai satu meter saja.

Editor : Ana Shofiana Syatiri
Sumber: Kompas.com

Komentar Saya:

Masalah banjir di Jakarta sudah sering saya dengar. Bapak Jokowi ini patut untuk menjadi contoh karena ulatnya menjadi pemimpin yang bertanggung jawab. Sebagai gubernur DKI Jakarta, setidaknya bantuan dari pemerintah pusat beserta dinas yang lain ikut membantu agar masalah banjir dapat dikurangi demi kenyamanan bersama. Perlu adanya juga regulasi pemerintah tentang membuang sampah yang tidak sembarangan agar banjir tidak akan terlalu besar bilapun hujan deras berkepanjangan.


Tuesday, November 5, 2013

CAT, Sistem Online Untuk Ujian CPNS

CAT, sistem <i>online</i> untuk ujian CPNS
Ilustrasi, (SINDOphoto).


Sindonews.com - Pemerintah menetapkan tahun depan pemerintah tidak akan mengadakan ujian tulis calon pegawai negeri sipil (CPNS). Tes akan dilakukan dengan sistem komputerisasi online.

Sekretaris Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Sesmen PANRB) Tasdik Kinanto mengatakan, lain halnya kalau tes dengan sistem Lembar Jawaban Komputer (LJK).

Dia menjelaskan, pemerintah mesti membuat soal dulu, menyiapkan LJK, mengolah, mengawasi dan juga pengamanan distribusi. Sementara jika denganComputer Assisted Test (CAT), peserta datang, duduk di bangku yang tersedia, soal sudah ada dan langsung dikerjakan.
 

Menurutnya, yang penting pemerintah wajib menyiapkan bank soal yang variannya semakin banyak. “Mudah-mudahan tahun depan sudah semakin banyak yang menggunakan CAT,” katanya berdasar rilis yang diterima KORAN SINDO, Selasa 5 November 2013.

Tasdik menjelaskan, tahun ini tercatat ada sekira 70 instansi pemerintah yang menggunakan CAT. Lalu 2014 nanti diupayakan semakin banyak yang memakai CAT, untuk mendukung program tersebut.

"Setiap kantor regional Badan Kepegawaian Negara (BKN) akan menyiapkan 100 CAT. Sementara saat ini, BKN baru memiliki 740 unit CAT. Dari jumlah itu, 600 unit di antaranya tersebar di 12 kantor regional," ucapnya.

Sumber: SINDO News


Komentar Saya:


Pada setiap kebijakan baru, maka harus dituntut dengan sistem yang lebih baik agar budaya yang dihasilkan (jika kegiatan ini kerap diteruskan) akan menjadi budaya yang baik. Bank soal harus terus diperbaharui dan tidak digunakan pada bulan-bulan ke depan. Pengalaman saya sebagai siswa, soal-soal ujian nasional yang diberikan kepada saya dulu sebagai siswa, seringkali dapat bocoran karena dari tahun-tahun lalu soalnya hanya berubah sedikit dari tahun yang saya kerjakan. Dengan adanya perbahruan soal, diharapkan calon PNS akan terseleksi dengan kemampuannya yang lebih murni agar karyawan pemerintah adalah karyawan yang memiliki integerasi yang baik pada bidang perkerjaannya. Hal ini ditujukan agar Indonesia memiliki masa depan yang cerah.

Tuesday, October 29, 2013

800 Siswa Miskin di Maros terima BSM ‎


800 siswa miskin di Maros terima BSM  ‎



Siswa SD (dok:Sindonews)

Sindonews.com - Sekitar 800 orang siswa tingkat SMP dan SD menerima Bantuan siswa miskin (BSM). Pembayarannya dilakukan melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Maros.

Kepala Seksi Kurikulum Dikdas Sudirman mengatakan, pembayaran BSM dilakukan secara langsung, yakni untuk dua semester.

Serta penerimaannya langsung ditransfer melalui rekening siswa yang bersangkutan. Hal ini untuk menghindari terjadinya pungutan liar (pungli) yang rawan dilakukan oleh oknum yang memanfaatkan BSM.

"Memang kami yang menanganinya, tapi pembayarannya dilakukan secara langsung ke rekening masing-masing siswa. Ini untuk menghindari pungli. Jadi pihak sekolah sendiri tidak mencampuri BSM. Sekolah hanya memasukkan nama-nama yang berhak menerima BSM," ujarnya, kepada wartawan, Selasa (29/10/2013).

Dia menjelaskan, untuk tingkat SD anggarannya Rp500 ribu per siswa per tahunnya. Dengan jumlah penerima sekitar 500 orang.

"Ditingkat SD penerimanya sekitar 500 orang. Tidak semua sekolah menerima BSM, karena dari 259 sekolah, hanya 211 sekolah yang menerima," katanya.

Dia menambahkan, sejumlah sekolah yang berada di bawah naungan Kemenag, juga tidak semuanya menerima BSM. Setiap kecamatan, hanya ada 4 sampai 5 sekolah saja yang mendapatkan BSM. Dia mengatakan, penerima bantuan itu menyebar di semua kecamatan.

"Jumlahnya menyebar di semua Kecamatan. Tapi ada prioritas di daerah yang jauh, seperti Camba, Cenrana, dan Mallawa," jelasnya.

Sedangkan untuk SMP, ‎jumlah penerimanya sekitar 300 orang dengan jumlah Rp600 ribu per siswa per tahun. "Jumlah penerima untuk SMP sekitar 300 orang dari 53 sekolah. jumlah SMP di Maros sekitar 67 sekolah," katanya.

"Tiap sekolah‎ hanya mendapat lima orang jatah penerima. Tapi ada beberapa yang lebih, karena kita sesuaikan dengan jumlah siswanya," katanya.

(san)

Sumber: Sindo News


Komentar saya:

Untuk bantuan biaya ini diharapkan dilakukan lebih intensif lagi untuk memperbaiki masa depan generasi muda Indonesia. Jika bantuan dana pendidikan ini efektif, maka Indonesia dapat memiliki generasi cemerlang yang lebih hebat lagi ke depannya, dan Indonesia dapat menjadi panutan bagi negara berkembang lainnya untuk masalah pengelolaan keuangan negara untuk pendidikan yang merata. Sekaligus untuk menjalankan pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 yang menyebutkan tentang mencerdaskan kehidupan berbangsa dan bernegara, serta untuk mensejahterakan seluruh rakyat Indonesia.

Demam Game Menghambat Belajar

Manusia itu adalah mahluk sosial, tidak bisa hidup sendiri, dan tidak bisa hanya hidup diam saja. Manusia membutuhkan teman, apapun yang dapat menemani mereka untuk membuat jiwa mereka tetap hidup. Teman dapat berupa manusia lain dan berupa barang. Barang ini bermacam-macam adanya, dari jasa maupun barang jadi ataupun hiburan. Yang akan saya bahas kali ini adalah tentang game dan siswa.

Banyak saya dengar tentang adanya siswa yang sampai berani membolos demi pergi ke tempat rental game online untuk melanjutkan permainan yang sebelumnya tersimpan di server dengan username masing-masing. Dampak yang ditimbulkan oleh hal semacam ini adalah sangat negatif jika tidak diikuti dengan kesadaran dari individunya. Setiap orang yang teradiksi oleh game dapat menghabiskan waktu lebih dari 5 jam dalam sehari, bahkan mereka rela untuk begadang dan kurang istirahat demi melanjutkan misi dalam game tersebut.

Istirahat yang kurang membuat produktivitas seseorang berkurang dalam melakukan sesuatu yang penting. Ada sebuah artikel yang pernah saya baca dari sebuah media sosial, menyatakan bahwa orang yang menghabiskan banyak waktu dengan barang elektronik semacam komputer dan konsol game akan merasa lelah setiap waktu. Energi yang dibutuhkan untuk mengoperasikan sebuah alat elektronik cukup besar, dari mulai energi listrik, sampai energi di dalam tubuh. Hal ini menyebabkan seorang siswa tidak bergairah dalam belajar dan sering kali tidak dapat konsentrasi dalam menerima pelajaran di kelas.

Dan ada lagi dampak negatif dari game ini. Seorang gamer sejati mempunyai keinginan untuk memiliki konsol game sendiri. Konsol game yang baik menghabiskan dana yang cukup besar, yang padahal mereka bisa gunakan untuk membeli sesuatu untuk kelangsungan hidup mereka. Misalnya aksesoris komputer gaming membutuhkan dana 1 juta rupiah hanya untuk mouse dan keyboard. Mereka bahkan dapat menghabiskan 2 juta rupiah untuk perangkat suara seperti headset dan active speaker guna mengeluarkan suara yang lebih nyata. Tidak dipungkiri bahwa seorang gamer membutuhkan upgrade untuk komputer game mereka. Misalnya prosesor, kartu video (VGA card), RAM, dan aksesoris lain seperti controller untuk bermain game yang bisa memakan dana bahkan hingga 10 juta keatas.

Seorang gamer bahkan bisa tenggelam. Tenggelam yang berarti dia hidup dalam dunia digital, dan hampir lupa untuk melakukan interaksi dengan manusia lainnya. Kadang-kadang seorang gamer bisa mudah lupa dalam menghapalkan sesuatu yang penting karena di otaknya lebih banyak pikiran tentang permainan pada konsol gamenya. Waktu yang dihabiskan oleh para gamer menjadi tidak berarti di kehidupan nyata karena mereka lebih banyak menghabiskan uang daripada menghasilkan uang.

Menurut saya, dampak negatif tersebut dapat dihindari. Niat yang kuat dari individunya sangat berpengaruh karena tidak ada lagi yang dapat menghentikan niat seorang gamer untuk bermain game selain dirinya sendiri. Selain itu, perlu adanya kontrol dini dari orang tua agar kelak menjadi bekal untuk anaknya agar tidak terperosok dalam perkembangan hiburan digital yang tiada henti-hentinya. Niat untuk bermain game ini setidaknya harus digantikan dengan niat untuk belajar dengan tekun agar mereka bisa memproduksi sesuatu dari hobinya bermain game, semisal menciptakan konsol game yang juga dapat menambah ilmu yang berguna bagi calon-calon gamers muda.

Monday, October 21, 2013

Merk Indonesia

Indonesia adalah negara yang memiliki sumber daya alam yang sangat berlimpah. Masyarakat Indonesia-pun sudah cukup banyak menciptakan produk-produk dalam negeri, baik kebutuhan primer maupun sekunder. Produk-produk yang tadinya murah, setelah diekspor ke luar negeri dan masuk kembali ke negeri kita, harganya menjadi mahal karena menjadi terkenal. Salah saktu bukti bahwa bangsa Indonesia lebih menghargai sesuatu yang berasal dari bukan negaranya sendiri.

Sebuah produk dalam negeri yang tadinya diciptakan untuk memajukan Indonesia, berubah menjadi ajang mencari untung besar-besaran sebagai salah satu bukti sebuah produk laris di luar negeri karena pada awalnya penghargaan bangsa Indonesia sangatlah kecil terhadap sesuatu yang berasal dari Indonesia itu sendiri. Andaikan penghargaan warga Indonesia besar terhadap produk negaranya sendiri, maka saya yakin Indonesia bisa menjadi panutan bagi beberapa negara berkembang lainnya.

Beberapa produk luar biasa dari masyarakat Indonesia sendiri malah terabaikan nasibnya di negara kita. Sebagai contoh, sebuah film animasi anak-anak yang tadinya sang pembuat ciptakan untuk televisi Indonesia, ditolak oleh beberapa rumah produksi (berita yang dulu pernah saya dengar). Lalu, beliau mengirimkannya ke luar negara tetangga dan dibeli dengan harga yang cukup tinggi. Setelah acara tersebut tayang di negara tetangga kita, akhirnya ditayangkan juga di negara kita. Film ini mendapatkan reaksi yang luar biasa di Indonesia, sampai-sampai banyak aksesoris yang dibuat oleh warga negara kita yang terinspirasi dari film tersebut.

Beberapa merek dagang lain yang berasal dari Indonesia juga akhirnya mendapatkan eksistensinya di dalam negeri setelah melakukan ekspor keluar negeri. Yang paling tren sekarang adalah dunia elektronik. Perkembangan teknologi dari waktu ke waktu selalu menunjukan perubahan yang signifikan, tanpa ada henti-hentinya. Indonesia sendiri sudah mencoba untuk menciptakan produk-produk elektronik, tetapi banyak dari kita yang tidak mengetahui tentang merek Indonesia sendiri. Malah beberapa orang Indonesia bertanya, "Merek apa nih? Kenapa sih enggak beli merek yang jelas aja?"

Tapi ada juga produsen Indonesia yang tidak menciptakan produk yang berkualitas. Semisalnya, mereka membuat laptop dengan harga yang murah yang tidak dilanjutkan dengan layanan purna jual yang baik. Kualitas bahan baku yang digunakan juga sering tidak berkualitas. Ketidak-seriusan produsen Indonesia inilah salah satu alasan rusaknya kepercayaan masyarakat Indonesia terhadap produk dalam negeri.

Kesimpulannya, penyelesaian dari masalah ini adalah saling menjalin kepercayaan antara warga Indonesia, baik dari produsen maupun dari konsumen. Produsen setidaknya harus menciptakan produk yang berkualitas, dan konsumen setidaknya mencoba untuk percaya terhadap produsen lokal agar menciptakan keselarasan kehidupan dan mampu memajukan kesejahteraan bangsa Indonesia.

Monday, October 14, 2013

Gaya Hidup Hari Ini

Hidup di kota besar bukanlah perkara mudah. Menjaga taraf hidup yang baik, sampai menjaga akhlak yang baikpun sangatlah sulit. Di tengah kota, saya banyak sekali menemui gepeng dan pemuda sampai orang-orang dewasa yang nongkrong dengan membawa minuman alkohol. Dengan santainya, mereka-mereka yang sedang duduk di salah satu mini market membawa beberapa botol minuman berarkohol. Dan ini tidak terjadi di klub malam, melainkan hanya di sebuah mini market pinggir jalan saja! Bisa anda bayangkan hal-hal apa saja yang dapat terjadi di sebuah klub malam kalau di pinggir jalan saja banyak manusia yang santai membawa minum keras?

Lalu saya sempat bertanya kepada teman saya di salah satu daerah di kota besar. Saya bertanya apakah di daerahnya bebas untuk membawa siapa saja ke dalam rumah? Dia bisa menjawab dengan santai bahwa di daerahnya sangat sulit jika tidak ada kebebasan. Lebih lanjut, dia bilang bahkan saya bisa tinggal berduaan dengan pacar. Tambah-tambah saya bingung, apakah di daerah ini tidak ada razia untuk tempat tinggal?

Salah satu kawan saya sewaktu SMA memiliki cita-cita untuk masuk ke akademi polisi. Keinginannya begitu besar dan akhirnya dia gagal untuk masuk ke akademi tersebut. Dan sekarang, mereka mereka-mereka yang sudah berhasil tidak tegas dalam menegakkan hukum di negeri ini? Saya cukup bertanya-tanya dalam hati, kota besar ini memang indah. tetapi ada lubang hitam yang terpelihara di dalam keindahannya.

Saya adalah orang baru di negeri ini, karena usia saya saja bahkan belum menginjak kepala 2. Saya dibesarkan di sebuah kota kecil dan baru tahu seluk-beluk dan kejamnya kehidupan malam di kota besar. Saya ingin bertanya, mengapa regulasi di negeri ini sangat lemah? Apa karena kota besar di Indonesia sangat ingin menyamai kota besar di luar negeri yang menjunjung tinggi prinsip kebebasan tapi batas?

Sumber: Pendapat pribadi.

Monday, October 7, 2013

Hilangnya Moral dan Etika

Pergaulan dan lingkungan adalah faktor terbesar dalam membentuuk karakter seseorang. Jika seseorang tinggal di tempat dengan pergaulan yang buruk, maka jadilah perilaku seseorang tersebut buruk. Jika seseorang hidup di kalangan berpendidikan yang mengindahkan etika, maka bisa jadi seseorang tersebut kelak akan menjadi manusia yang sopan.

Pada zaman ini, mungkin sudah sangat sulit menemukan manusia dengan kualitas etika yang baik. Di sekitar saya saja banyak pemuda yang sulit untuk mematuhi peraturan. Bicaranya kadang tidak terdengar seperti seorang pelajar yang baik. Sanksi dari aturan-aturan yang ada tidaklah tegas ataupun mengikat. Malah generasi muda lebih pintar untuk menyembunyikan sesuatu daripada sekedar mengerjakan soal ilmu pengetahuan umum.

Sebuah organisasi yang harusnya menjadi contoh yang baik sekalipun dengan membawa nama yang "dipercaya" orang malah menyebabkan keributan. Anarkisme yang meluas tanpa ada batas, mungkin bisa kita sebut organisasi kebal hukum. Ketidakadilan dan ketidakpastian hukum ini mampu memberantas hal baik secara perlahan dan teratur.

Acara-acara di televisi yang bahkan mampu merusak mental anak kecil bebas ditayangkan tanpa ada masalah hukum tertentu. Dari pendidikan anak sejak dinilah semuanya dimulai. Peran orang tua sangat dibutuhkan dalam pendidikan karakter sejak dini. Jika manusia dipupuk etikanya saat telah dewasa, maka tidak menutup kemungkinan pribahasa "Bagaikan mengukir di atas air" menjadi kenyataan.

Menurut saya, perlu adanya perhatian dari orang tua pada lingkungan anak agar tidak terbawa arus yang tidak baik. Aturan-aturan pemerintah harus ditegaskan kepada semua orang dengan seadil-adilnya, tidak mempedulikan apakah dia anak seorang pejabat, ataupun anak seorang pengemis.

Sumber: Pendapat pribadi, Dimas Satria Wira Putra, NPM 12113521.

Saturday, October 5, 2013

Menghargai Adalah Masalah Utama

Setiap orang di muka bumi ini sangat senang bila dihargai, apapun itu bentuknya. Sebuah pujian atas apa yang dia kerjakan, sebuah dorongan yang ia dapatkan saat melakukan sesuatu, bahkan sejumlah materi yang akan ia dapatkan saat melakukan sesuatu untuk orang lain. Tahukah anda salah satu alasan bangsa ini terus berada dalam keadaan berkembang?

Banyak orang cerdas, orang yang memiliki potensi untuk memajukan bangsa di negeri ini. Tetapi, sebagian dari mereka memilih untuk mengabdi kepada negara yang lain karena merasa lebih dihargai tenaganya. Pesawat yang pernah diciptakan oleh mantan presiden Republik Indonesia, pernahkah diperbanyak untuk digunakan dalam jasa penerbangan di Indonesia? Manusia di negeri ini bahkan lebih memilih untuk menggunakan pesawat terbang kondisi bekas asal impor dari negara lain.

Pernahkah kalian lihat artis luar negeri ada di acara televisi kita? Apakah mereka-mereka yang menjadi artis di sini adalah mereka-mereka yang hebat di negaranya? Menurut saya, rakyat di negara ini lebih menghargai apa yang diimpor dari luar negeri, dari manapun mereka, yang penting punya merk "dari luar negeri". Padahal kalau kita simak, pertukaran manusia ini tampak tidak sebanding kualitasnya. Misalkan seorang profesor dari negeri ini keluar untuk mengabdi di negara lain, sedangkan orang asing yang sewaktu di negaranya bukanlah siapa-siapa masuk ke negara kita dan menjadi terkenal. Negara kita, negara yang kaya akan alamnya, malah bisa tertipu oleh negara lain yang ingin menguasai seisinya.

Kurangnya rasa percaya terhadap rakyat kita sendiri membuat satu-per-satu manusia-manusia cerdas memilih untuk mengabdi untuk negara lain. Padahal, tahukah kita bahwa mungkin negara ini bisa maju jika rasa saling menghargai itu kuat?

Dengan demikian, kesimpulan menurut saya, jika menghargai masyarakat pribumi yang berkualitas di negeri ini semakin melemah, mereka yang berkualitas memilih untuk keluar dari negara ini demi penghargaan, maka yang rugi adalah kita sendiri. Negara lain semakin maju, negara kita semakin miskin sumber daya manusia berkualitas.

Sumber: Pendapat pribadi, Dimas Satria Wira Putra, NPM 12113521.

Sunday, September 29, 2013

Media Massa, Solusi Terbaik?

Hampir semua orang mengenal yang namanya media massa. Di dalam kehidupan sehari-hari, kita selalu melihat media massa dimanapun, baik itu cetak maupun digital. Salah satu media massa adalah televisi. Televisi hampir dimiliki semua orang, bahkan kita dapat melihat televisi melalui ponsel ataupun streaming internet. Acara televisi ini apakah selalu mendidik dan membuat semua masalah menjadi mudah?

Menurut saya, jawabannya adalah tidak. Sering kali media massa malah menimbulkan perdebatan yang baru. Bagaimana kasus-kasus yang ditampilkan di media massa? Sering sekali saya melihat malah masalah yang ada bertambah. Dengan salahnya seorang presenter berbicara, seorang presenter dapat dituntut oleh yang diwawancarai atas nama pencemaran nama baik seperti kasus-kasus yang sudah-sudah. Dengan dieksposnya sebuah masalah, kadang yang memiliki masalah terpancing emosi lalu mengeluarkan kata yang lebih parah. Di sisi lain saat yang dibicarakan mendengar, ada bukti fisik berupa video yang dapat digunakan sebagai bukti di pengadilan.

Lalu, apalagi yang bermasalah dengan televisi? Dengan televisi, informasi semakin mudah untuk didapatkan. Dengan murahnya teknologi televisi ini, semua orang dapat membeli dan menggunakan televisi dengan mudah. Apakah program di televisi ini selalu diawasi? Nyatanya, menurut saya tidak. Bahkan yang kadang membuat saya miris adalah program hiburan untuk anak. Sering sekali saya melihat adegan-adegan kekerasan, meski hanya dalam film kartun. Pendidikan melalui televisi ini dapat merusak mental melalui program-program yang tidak jelas tujuannya untuk siapa. Simpang siur terkadang adegan dewasa ditayangkan pada saat bukan jam saat anak kecil tidur.

Yang ingin saya bahas kedua adalah media cetak. Dengan adanya berita yang tercetak di media massa, saya yakin tidak semuanya nyata. Terkadang, judul atau isi itu diperheboh sehingga dapat menyudutkan seseorang yang diberitakan. Tidak adanya undang-undang yang tegas tentang kontrol media massa bisa saja akan menimbulkan masalah baru karena berita yang beredar lebih bersifat subjektif bukan objektif.

Kesimpulan akhirnya, menurut saya media massa bukanlah solusi yang terbaik jika dalam diri kita sendiri tidak memiliki kontrol pikiran yang baik. Terkadang media massa menjadi provokator atas sesuatu yang terjadi. Menurut saya, perlu diadakan kontrol sosial agar segala yang diumumkan di media massa adalah sesuatu yang terkontrol dengan baik dan tepat sasaran.

Sumber: Pengalaman & pendapat pribadi.
Dimas Satria Wira Putra, NPM: 12113521 1KA10.

Tuesday, September 24, 2013

Prosesor ARM Merajalela

Dalam perkembangan teknologi mobile yang tidak ada habis-habisnya, kita mulai mengenal banyak macam teknologi. Teknologi ponselpun tidak pernah luput dari perhatian para produsen ponsel. Kini, kita lebih banyak memakai smartphone daripada featurephone. Dan sekarang, saya akan membahas tentang prosesor ponsel yang banyak orang tidak sadari bahwa di dalamnya terdapat berbagai macem arsitektur.

Prosesor ARM memiliki beberapa arsitektur. Yang paling banyak dipakai saat ini adalah ARMv7 dengan kapasitas NEON. NEON adalah teknologi untuk dapat memutar video lebih halus. Dengan ini, kita dapat memutar video berresolusi tinggi, Full HD misalnya. Rata-rata prosesor ARM adalah 32-bit, tapi era 64-bit baru dimulai dengan Apple iPhone 5S yang memakai prosesor ARMv8 terbaru dengan bit width 64-bit yang disebut Cortex A5X.

Ditenagai dengan berbagai macam kecepatan, dimulai dari yang terendah sampai ribuan MHz. Dilengkapi dengan beberapa inti mulai dari satu inti, hingga sekarang muncul 8 inti prosesor sekaligus yang diciptakan pertama kali oleh Samsung dengan Exynos 5 yang ada di Samsung Galaxy S4. Meskipun prosesor Galaxy S4 ini belum bisa menjalankan ke-8 otaknya secara bersamaan (mungkin akan ada pembaharuan untuk mengaktifkan fitur ini), tapi diyakini dengan fitur ini maka ponsel dapat berjalan dengan hemat daya karena prosesor ini memiliki 2 tipe prosesor, yaitu 4-inti Cortex A7 yang hemat daya, dan 4-inti lagi Cortex A15 untuk performa maksimal.

Dominasi prosesor ponsel ini membuat Intel terinspirasi untuk menyaingi prosesor ARM. Intel mulai melakukan debut prosesor ponsel melalui Lenovo K900 yang menggunakan prosesor Intel Atom Z2580 dengan bit width 32-bit dengan fitur Hyperthread (1 inti menjadi 2 inti virtual). Melalui pengalaman saya, prosesor Intel Atom ini tidak cukup baik untuk menjalankan aplikasi dengan menggunakan sistem operasi PC. Tetapi melalui sistem operasi ringan seperti Android, prosesor Intel Atom Z2580 yang digunakan oleh Lenovo K900 ini dapat mengalahkan prosesor Samsung Exynos 5 Octa-core dalam pengujian yang biasa dilakukan melalui perangkat lunak Antutu Benchmark di Android.

Dengan inovasi-inovasi prosesor ponsel ini, apakah akan mampu digunakan secara optimal untuk sebuah gadget? Menurut saya, jangan sampai prosesor ini berat sebelah dengan komponen lainnya yang akan menyebabkan bottleneck. Dengan kecepatan yang sudah tinggi tersebut, bahkan prosesor ARM ini belum tentu dapat mengalahkan prosesor Intel Pentium 4 yang sudah lama ditinggalkan meski dengan akumulasi clockspeed yang lebih tinggi dari Intel Pentium 4.

Yang terakhir, jika ingin membeli sebuah smartphone, maka pelajari dahulu spesifikasi sebuah ponsel agar sesuai dengan kebutuhan anda.

Sumber: Pengalaman & pengetahuan pribadi.
Dimas Satria Wira Putra, NPM: 12113521 1KA10.