Merdeka.com - Di zaman emansipasi wanita seperti sekarang ini, isu terkait pemimpin wanita tetap menjadi bahan pembicaraan yang hangat di setiap jenis pekerjaan. Beberapa berpendapat bahwa pemimpin wanita tidak akan efektif, karena wanita memang tidak ditakdirkan untuk memimpin dengan segala sensitivitas perasaan yang dimiliki. Beberapa yang lain berpendapat bahwa wanita bisa menjadi pemimpin untuk skala yang terbatas, tergantung seberapa kuat mental wanita itu sendiri.
Dilansir dari Redbookmag, berikut ini adalah beberapa alasan mengapa wanita bisa menjadi pemimpin yang lebih mengayomi daripada pria.
1. Lebih bisa memanfaatkan penghargaan
Seorang bos perempuan tidak akan memberikan imbalan untuk perseorangan terhadap keberhasilan tim di kantornya. Tidak ada aktor utama bagi seorang bos perempuan, semua karyawannya adalah aset perusahaan. Jadi, jika Anda kebetulan menjadi penentu tercapainya target kantor dari tim Anda bulan ini, jangan mengharapkan bonus pribadi seperti waktu cuti seminggu. Sebagai gantinya, mungkin Anda akan mendapatkan voucher makan siang di sebuah restoran mewah bersama kawan satu tim Anda guna semakin memperkuat kerjasama.
2. Cenderung lebih mendengarkan banyak pendapat
Wanita begitu paham bagaimana rasanya ingin didengar. Oleh karena itu, seorang bos perempuan biasanya akan meminta pendapat dari semua karyawannya saat rapat, daripada hanya meminta saran dari asistennya saja. Seorang wanita mengerti bahwa seminimal apapun efek sebuah pemikiran dari seorang karyawan, hal tersebut akan memberinya sudut pandang lain untuk mengembangkan perusahaan.
3. Lebih memahami kendala karyawan
Dengan sensitivitas perasaan yang dimiliki, seorang bos perempuan akan lebih mengerti mengapa karyawannya sering harus izin tidak masuk kantor karena keluarga, atau mengapa karyawan mengalami kesulitan mencapai target yang ditentukan oleh perusahaan. Dia akan menggali lebih dalam tentang alasan permasalahan tersebut, alih-alih memanggil karyawan tersebut ke ruangannya dan menegurnya.
4. Lebih luar mengambil sudut pandang
Seorang wanita akan cenderung memasukkan aspek emosi dan pemahaman terhadap pencarian solusi. Ini dikarenakan seorang wanita memiliki insting yang kuat terhadap keadaan di sekelilingnya, daripada pria yang lebih berorientasi pada cepat atau tidaknya solusi yang dibutuhkan dapat bisa berhasil.
5. Pertanyaan-pertanyaan yang lebih spesifik
Seorang wanita memiliki keingintahuan yang tulus. Kepeduliannya terhadap kinerja karyawannya yang bermasalah membawanya pada penelusuran yang mendalam sebelum akhirnya mendiskusikannya dengan karyawan tersebut.
6. Multi-tasker handal
Berbagai penelitian telah menunjukkan bagaimana seorang wanita dapat meng-handle 2 atau lebih urusan dalam satu waktu misalnya, menerima telepon klien sambil menyelesaikan diagram performa kerja di komputer. Hal ini akan lebih menguntungkan perusahaan karena kemungkinan adanya pekerjaan yang terbengkalai akan mengecil.
7. Wanita tidak agresif
Wanita mengerti betapa pentingnya kerja pelan-pelan dan penuh kesabaran. Oleh karena itu, adanya sikap gegabah dalam mengambil keputusan bisa diminimalisir.
Itulah alasan mengapa wanita lebih bisa menjadi seorang pemimpin yang mengayomi.
[mzh]
Sumber: http://www.merdeka.com/gaya/wanita-lebih-bisa-menjadi-pemimpin-yang-mengayomi.html
Komentar saya:
Emansipasi wanita memang sudah tidak asing di waktu ini. Kita banyak sekali menemukan wanita karir berkeliaran hingga larut malam demi 'profesionalitas' yang mereka junjung tinggi. Saya sering mendengar pepatah "Di balik pria sukses ada wanita hebat yang mendukungnya" dan ini menjadi acuan bahasan pada artikel ini.
Jika seorang wanita menjadi pemimpin, maka tidak ada lagi pria hebat di belakangnya. Wanita cenderung lebih baik untuk menasihati, bukan menjalankan rencana sebuah bisnis dan perusahaan. Artikel ini menjadi subyektif untuk dituliskan dalam sebuah media massa, karena tidak semua wanita dapat berperan aktif dan memajukan suatu usaha yang mereka pimpin. Terkadang, godaan seperti pujian dapat menjerumuskan suatu perusahaan yang dipegang oleh wanita.
Wanita juga pada dasarnya lebih baik untuk mendukung suami yang dimilikinya. Wanita memiliki kemampuan psikologi yang baik sehingga wanita dapat memberi saran kepada sang pria untuk kemudian sang pria pemimpin ini timbang terlebih dahulu. Jikalau seorang wanita sudah memiliki anak, maka kewajibannya harus diberatkan ke pendidikan psikologi anak karena wanita mampu mengerti orang lain dan memberi penjelasan yang halus. Jikalau seorang anak tidak memiliki ibu yang mendidiknya dengan baik, maka sang bapak belum tentu mampu untuk mengurus anak di rumah, apalagi mengurus rumah tangga dan kerapihan rumah yang baik karena perasaan estetika yang dimiliki seorang pria tidak sebesar yang dimiliki seorang wanita.
Bahaya juga dapat mengincar seorang wanita karir. Wanita pada dasarnya memiliki kemampuan bela diri yang lemah dan menjadi target dalam banyak aksi kejahatan. Misalnya perampokan, pemerkosaan, dan lain sebagainya. Karena itu, lebih baik perempuan tidak menyibukkan diri untuk menjadi seorang pemimpin perusahaan, melainkan pemimpin anak untuk mendidik seorang anak yang laki-laki yang akan menjadi pemimpin yang jauh lebih baik dari pria yang lainnya.
Bila dalam suntingan beserta komentar yang saya tuliskan di blog ini yang kurang berkenan di hati saudara/saudari, saya ucapakan mohon maaf yang sebesar-besarnya.
"Di balik pria sukses ada wanita hebat yang mendukungnya."
Itulah alasan mengapa wanita lebih bisa menjadi seorang pemimpin yang mengayomi.
[mzh]
Sumber: http://www.merdeka.com/gaya/wanita-lebih-bisa-menjadi-pemimpin-yang-mengayomi.html
Komentar saya:
Emansipasi wanita memang sudah tidak asing di waktu ini. Kita banyak sekali menemukan wanita karir berkeliaran hingga larut malam demi 'profesionalitas' yang mereka junjung tinggi. Saya sering mendengar pepatah "Di balik pria sukses ada wanita hebat yang mendukungnya" dan ini menjadi acuan bahasan pada artikel ini.
Jika seorang wanita menjadi pemimpin, maka tidak ada lagi pria hebat di belakangnya. Wanita cenderung lebih baik untuk menasihati, bukan menjalankan rencana sebuah bisnis dan perusahaan. Artikel ini menjadi subyektif untuk dituliskan dalam sebuah media massa, karena tidak semua wanita dapat berperan aktif dan memajukan suatu usaha yang mereka pimpin. Terkadang, godaan seperti pujian dapat menjerumuskan suatu perusahaan yang dipegang oleh wanita.
Wanita juga pada dasarnya lebih baik untuk mendukung suami yang dimilikinya. Wanita memiliki kemampuan psikologi yang baik sehingga wanita dapat memberi saran kepada sang pria untuk kemudian sang pria pemimpin ini timbang terlebih dahulu. Jikalau seorang wanita sudah memiliki anak, maka kewajibannya harus diberatkan ke pendidikan psikologi anak karena wanita mampu mengerti orang lain dan memberi penjelasan yang halus. Jikalau seorang anak tidak memiliki ibu yang mendidiknya dengan baik, maka sang bapak belum tentu mampu untuk mengurus anak di rumah, apalagi mengurus rumah tangga dan kerapihan rumah yang baik karena perasaan estetika yang dimiliki seorang pria tidak sebesar yang dimiliki seorang wanita.
Bahaya juga dapat mengincar seorang wanita karir. Wanita pada dasarnya memiliki kemampuan bela diri yang lemah dan menjadi target dalam banyak aksi kejahatan. Misalnya perampokan, pemerkosaan, dan lain sebagainya. Karena itu, lebih baik perempuan tidak menyibukkan diri untuk menjadi seorang pemimpin perusahaan, melainkan pemimpin anak untuk mendidik seorang anak yang laki-laki yang akan menjadi pemimpin yang jauh lebih baik dari pria yang lainnya.
Bila dalam suntingan beserta komentar yang saya tuliskan di blog ini yang kurang berkenan di hati saudara/saudari, saya ucapakan mohon maaf yang sebesar-besarnya.
"Di balik pria sukses ada wanita hebat yang mendukungnya."
0 comments:
Post a Comment