Judul di atas sudah sangat sering terdengar di telinga kita. Mengenai contek-mencontek tidak hanya seorang pelajar yang melakukan, bahkan orang yang bekerja di suatu perusahaan pun sering kali melakukannya. Seperti mencontek teknologi, atau mengikuti teknologi yang diciptakan seseorang, namun dijiplak untuk produknya sendiri. Disain juga salah satu yang menjadi masalah dalam peperangan antar perusahaan yang maju. Contek-mencontek bisa jadi salah satu aksi pembajakkan yang kecil atau besar, yang bisa menjadi masalah yang sangat komplikasi di suatu hari ke depan.
Sebenarnya, manusia diciptakan dengan memiliki otak dengan kemampuan berpikir yang terbaik dibandingkan dengan mahluk Tuhan lainnya. Tetapi terkadang manusia terkesan malas untuk mengembangkan suatu ide kreatif untuk sesuatu yang inovatif dan belum ada sebelumnya. Sebenarnya, dengan inovasi yang lebih, maka seseorang bisa memajukan sebuah peradaban dunia yang lebih baik. Kreatifitas manusia itu tidak terbatas, maka jika seseorang mampu mengembangkannya, tidak ada penghalang bagi kemajuan manusia.
Mencontek memang lebih akrab di kalangan pelajar. Saya sendiri pernah, bahkan sering melakukan kegiatan mencontek, baik dalam latihan maupun sebuah ujian. Mencontek sebenarnya adalah aksi "takut salah" atau tidak percaya diri dari diri seseorang yang menghambat kemajuan dalam jiwa manusia. Dengan pernyataan yang mungkin sering didengar: "Mencontek sudah biasa, mengerjakan sendiri baru luar biasa". Karena orang-orang sudah berpendapat seperti ini, maka ide dan kemampuannya terhambat dan tidak dapat tersalurkan menjadi suatu barang nyata yang unik yang pemikirannya tidak dimiliki orang lain.
Seringkali saya mendengar juga pernyataan dengan anggapan: "Mencontek sudah menjadi tradisi manusia". Kalau dipikir-pikir, miris untuk mendengar kesaksian yang seperti itu. Tapi kadang karena dari beberapa desakan yang masuk dalam pikiran manusia, tiap orang tidak mampu berpikir bahwa mencontek adalah kegiatan yang tidak baik. Misalnya dalam ujian, setiap orang tidak ingin memiliki nilai yang buruk. Ini sebenarnya bukan merupakan mental pahlawan yang akan sukses di kemudian harinya.
Sejujurnya, mencontek itu dapat menyengsarakan, bahkan membuat seseorang tersesat jika mencontek dilakukan dari kecil. Seseorang akan takut untuk melakukan sesuatu karena seseorang sangat takut untuk salah. Mereka kadang tidak ingat tentang jawaban yang mereka tulis saat mencontek, maka saat ditanya mereka tidak tahu apa-apa. Terlebih dalam dunia kerja, seseorang dengan nilai yang bagus maka bisa jadi ditempatkan di posisi yang tinggi dalam sebuah perusahaan. Namun jika prakteknya mereka gagal karena mereka tidak tahu teori yang dulu dipelajari, seseorang bisa jadi mendapatkan nama yang buruk di mata orang lain, bahkan di mata perusahaan orang lain yang menyebabkan sulitnya seseorang sulit untuk diterima dalam dunia kerja.
Jadi, bagi kita generasi muda, sebisa mungkin kita menyelesaikan sendiri untuk semua permasalahan yang kita hadapi agar kelak kita tidak akan putus asa saat menghadapi masalah. Apalagi merasakan rasa takut untuk salah, karena seseorang dapat sukses karena belajar dari kesalahan sendiri. Mandiri adalah salah satu kunci kesuksesan dibarengi dengan ketekunan dan diiringi dengan doa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Sumber: Pendapat pribadi.
Sumber: Pendapat pribadi.
0 comments:
Post a Comment