Showing posts with label Teori Organisasi Umum. Show all posts
Showing posts with label Teori Organisasi Umum. Show all posts

Monday, November 24, 2014

Resume Kelompok 6 - Arti Penting Kepemimpinan dalam Organisasi

Kepemimpinan selalu ada di dalam kelahiran setiap mahluk hidup. Kepemimpinan itu mampu menuntun mahluk hidup untuk bertahan hidup dan mengendalikan diri bahkan sebuah kelompok. Di dalam diri sendiri, jiwa kepemimpinan dapat tumbuh dan berkembang, dari hanya memimpin diri sendiri, hingga memimpin banyak jiwa manusia.

Kepemimpinan itu sendiri adalah suatu cara atau kegiatan yang mempengaruhi orang lain untuk melaksanakan tugas atau pekerjaan bersama untuk suatu tujuan tertentu yang diberikan oleh pemimpin. Sedangkan organisasi adalah kumpulan manusia-manusia yang berkumpul untuk suatu tujuan tertentu.
Kepemimpinan didalam organisasi juga memiliki fungsi-fungsi antara lain:
- Menyampaikan informasi,
- Memberikan perintah,
- Mendelegasikan wewenang, 
- Memberikan motivasi,
- Menerima umpan balik,
- Mengkoordinasikan manusia dan pekerjaan,
- Melakukan pengendalian.

Untuk menjadi seorang pemimpin itu tidak mudah ada syarat – syarat kepemimpinannya yaitu:
- Kekuasaan (seorang pemimpin harus punya kekuasaan untuk memberikan perintah atau wewenang ke bawahannya),
- Kewibawaan (seorang pemimpin harus punya wibawa supaya dihargai dan dihormati oleh bawahannya),
- Kemampuan (seorang pemimpin harus mempunyai kemampuan yang lebih dibanding bawahannya).

Seorang pemimpin yang baik adalah seorang yang bijaksana dan mampu menggiring kelompoknya menjadi kelompok yang terbaik. Ada 6 tipe kepemimpinan yaitu:
- Tipe Otokratis (keinginan dan keputusan mutlak di tangan pemimpin);
- Tipe Paternalistis (pemimpin yang selalu merasa paling tahu sehingga hampir tidak pernah memberi kesempatan anggotanya untuk bersuara);
- Tipe Militeristis (pemimpin yang selalu menyerahkan pekerjaan ke bawahan dan sulit menerima pendapat orang lain);
- Tipe Karismatis (memiliki jiwa pemimpin yang senantiasa dihormati dan dihargai anggotanya);
- Tipe Demokratis (pemimpin senantiasa memberikan kesempatan kepada anggota untuk menyuarakan pendapat masing-masing anggota);
- Tipe Laissez Faire (menjunjung arti kebebasan).

Kepemimpinan di dalam suatu organisasi itu merupakan faktor yang penting dan mutlak. Karena tidak adanya manusia di baris paling depan di dalam sebuah kelompok membuat kelompok tersebut kehilangan arah dan tujuan. Dari kepemimpinan sendiri kelompok mampu membuat sebuah keputusan dengan baik dan mampu mencapai tujuannya dengan terarah.

Pertanyaan :

1. Jelaskan tipe kepemimpinan Presiden yang ada di Indonesia !
Jawab :
- Ir. Soekarno adalah presiden yang mempunyai tipe kharismatik.
- BJ. Habibie adalah presiden yang mempunyai tipe demokratik dan cerdik.
- Susilo Bambang Yudhoyono adalah presiden yang mempunyai tipe otoriter, demokratis, dan juga kharismatik.

2. Jika terjadi perbedaan pendapat apa kebijakan yang dilakukan dan berikan contoh kasusnya !
Jawab : Seorang pemimpin harus bisa mengetahui konfliknya apa dan cara menanganinya dengan cara pertama yaitu melakukan pendekatan. Jika tidak bisa dengan cara pendekatan bisa, cara kedua yaitu diberikan surat peringatan sampai 3kali dan kalau memang tetap tidak bisa juga cara ketiga adalah harus dikeluarkan dari organisasi tersebut namun jika sama-sama salah antara angggota dan atasannya harus diberikan optional apakah ingin tetap bertahan dalam organisasi tersebut atau keluar dari organisasi tersebut.

3. Faktor-faktor yang mempengaruhi kepemimpinan!
Jawab :
- Faktor Kemampuan Personal
Seorang pemimpin yang mendapatkan jiwa kepemimpinan dari sejak lahir biasanya akan lebih hebat daripada yang ditanamkan dari sekolah.
- Faktor Jabatan
Suatu perusahaan ada yang namanya Manajer, HRD, dan lain-lain. Ia mempunyai kemampuan kepemimpinan yang sama namun mempunyai jabatan yang berbeda.
- Faktor Situasi dan Kondisi
Tergantung situasi dan kondisi didalam organisasi tersebut, organisasi tersebut membutuhkan seorang pemimpin yang bagaimana dan tipe kepemimpinan yang cocok untuk organisasi tersebut apa.

4. Apakah ada organisasi yang kepemimpinan otoriter?

Jawab : ada, salah satu contohnya M. Khadafi adalah seorang presiden yang mempunyai jiwa kepemimpinan otoriter. Beliau bisa mengayomi rakyatnya. namun beliau tidak bisa menerima pendapat lain dan apapun yang beliau katakan harus dipatuhi.

Resume Kelompok 5 - Perubahan dan Perkembangan Organisasi

Sebuah organisasi dapat terbentuk karena dipengaruhi oleh beberapa aspek seperti penyatuan visi dan misi serta tujuan yang sama dengan perwujudan eksistensi sekelompok orang tersebut terhadap masyarakat. Organisasi yang dianggap baik adalah organisasi yang dapat diakui keberadaannya oleh masyarakat disekitarnya, karena memberikan kontribusi seperti; pengambilan sumber daya manusia dalam masyarakat sebagai anggota-anggotanya sehingga menekan angka pengangguran.

Sebuah perubahan dan pengembangan dapatlah terjadi pada apapun dan siapapun tidak terkecuali dengan organisasi. Tidak banyak individu atau organisasi menyukai adanya perubahan, namun perubahan tidak dapat dihindari namun harus di hadapi.

Alvin L. Bertrand berpendapat bahwa awal dari perubahan itu adalah komunikasi, yaitu proses penyampaian informasi dari satu pihak ke pihak yang lain sehingga dicapai pemahaman bersama, hal ini disebabkan karena adanya pengkomunikasian gagasan-gagasan, ide-ide, nilai-nilai, keyakinan-keyakinan maupun hasil-hasil kebudayaan fisik.

Orang-orang yang ada di dalam suatu organisasi mempunyai suatu keterkaitan yang terus menerus. Rasa keterkaitan ini, bukan berarti keanggotaan seumur hidup. Akan tetapi sebaliknya, organisasi menghadapi perubahan yang konstan di dalam keanggotaan mereka, meskipun pada saat mereka menjadi anggota, orang-orang dalam organisasi berpartisipasi secara relatif teratur.

Berikut adalah hal-hal untuk mengembangkan organisasi

A. Faktor Internal
- Anggota organisasi tersebut.
- Sistem yang digunakan.
- Manajemen keuangan.

B. Faktor Eksternal
- Kemajuan teknologi.
- Perubahan ekonomi dunia.
- Perubahan peraturan pemerintah atau negara.

Macam-macam tujuan perubahan dan perkembangan organisasi, yaitu:
1.      Untuk mempererat organisasi satu dengan organisasi yang lainnya
2.      Untuk meningkatkan mutu dari organisasi tersebut/organisasi yang telah dibuat
3.      Untuk meningkatkan peranan organisasi di masyarakat luas.
4.      Untuk memberikan dampak positif kepada masyarakat.
5.      Untuk melakukan penyesuaian terhadap perubahan organisasi yang telah dibuat.                      

Perubahan dan pengembangan dalam organisasi juga memiliki dampak yang dapat menjadikan dampak yang positif jika tujuan dari suatu organisai dapat tercapai.

Dampak terbagi menjadi 2, yaitu:
1.      Dampak Positif, dampak yang memberi rasa nyaman kepada masyarakat karena telah mempercayai organisasi yang telah diikuti.
2.      Dampak Negatif, dampak negatif dari organisasi adalah dapat menimbulkan keresahan di masyarakat, dan berakibat keruntuhan dari organisasi tersebut yang pada akhirnya proses perkembangan organisasi tersebut menjadi gagal total.

Berikut pertanyaan yang diberikan kepada kelompok 5 :

1. Bagaimana cara menghindari penghambatan dalam melakukan perubahan organisasi?
Jawab :
- Mempersiapkan faktor-faktor yang mendukung perubahan organisasi.
- Memberikan penjelasan tentang keuntungan adanya perubahan, dampak positifnya, dan akibatnya.
- Meyakinkan bahwa perubahan organisasi adalah suatu usaha untuk mencapai kesempurnaan disegala hal.

2. Sebutkan organisasi yang sedang berkembang dan sebutkan dampaknya!
Jawab : Salah satu organisasi yaitu adalah petugas pembersihan paku dijalan raya. Dampaknya sangat baik bagi masyarakat.

3. Dalam organisasi apakah ada cara untuk melakukan perubahan organisasi tersebut ?
Jawab : Ada, yaitu dengan cara:
- Mengadakan perubahan struktur organisasi, struktur organisasi itu adalah salah satu komponen yang menjadi sasaran perubahan.
- Mengubah sikap dan perilaku dengan pembinaan, pengembangan pendidikan dan latihan pegawai.
- Mengubah tata aliran kerja.

4. Apa yang membuat organisasi itu berubah, dan apakah perubahan itu akan menjadi lebih baik?
Jawab : menurut kelompok 5, yang membuat suatu organisasi itu berubah yaitu karena tujuannya, karena suatu organisasi itu menjadi lebih baik dengan adanya suatu tujuan.
Dan perubahan itu diperlukan oleh suatu organisasi agar adanya perbaikan dalam segi kegiatan, struktur anggota dsb.

5. Faktor apa yang sangat mempengaruhi dalam perubahan dan perkembangan organisasi ?
Jawab : Faktor eksternal contohnya organisasi yang terjadi dalam pemerintah diluar memaksa harus berubah dan faktor internal contohnya hubungan antara atasan dengan anggotanya terjadi perbedaan pendapat dalam masalah yang ada didalam suatu perusahaan.

6. Apa yang terjadi bila perubahan dan perkembangan suatu organisasi itu tidak berjalan dengan baik?

Jawab : cepat atau lambat suatu organisasi itu akan hilang, karena organisasi tersebut tidak mau melakukan suatu perubahan. Kita harus melakukan suatu perubahan tidak boleh kaku dan egois dalam mengambil keputusan.

Resume Kelompok 4 - Komunikasi dalam Organisasi

Komunikasi adalah penyaluran informasi dari sebuah sumber ke sebuah wadah. Komunikasi sangatlah penting untuk seseorang, apalagi dalam suatu organisasi. Dengan adanya komunikasi, sebuah organisasi dapat lebih mudah mencapai suatu tujuan yang ingin dicapai serta dapat digunakan untuk memahami karakter tiap anggotanya. 

Komunikasi dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu verbal dan non-verbal. Komunikasi verbal adalah komunikasi yang dilakukan secara lisan. Sedangkan komunikasi non-verbal adalah komunikasi yang dilakukan tanpa lisan seperti sebuah surat. Komunikasi dalam suatu organisasi tidak selalu berjalan dengan baik dan sesekali mengalami hambatan. Hambatan-hambatan yang terjadi di dalam komunikasi tidak lain adalah karena anggotanya yang masih tertutup akan isi hati dan pikirannya. Inilah tugas dari tiap anggota untuk menengahinya agar bisa saling memahami satu sama lainnya.

Pertanyaan :

1.      Dalam organisasi pasti ada yang aktif dan pasif. Bagaimana cara komunikasi antara yang aktif dan pasif itu bisa menjadi lancar ?
Jawab :  Didalam suatu organisasi itu kita harus melakukan musyawarah untuk bisa saling bertukar pikiran. Caranya yang aktif tersebut merangkul yang pasif tersebut agar yang pasif itu bisa menjadi aktif. Salah satunya dengan membuat suatu event agar organisasi itu bisa saling bekerjasama.

2.      Jenis-jenis komunikasi yang paling efisien !
Jawab : Jaringan saluran total, karena mereka berkomunikasi secara langsung tanpa adanya perantara.

3.      Sebutkan jaringan komunikasi yang paling efisien untuk diterapkan !
Jawab : Jaringan saluran total, karena mereka berkomunikasi secara langsung tanpa perantara.

4.      Cara memecahkan masalah hambatan komunikasi dalam organisasi !
Jawab : Mengatasi dengan umpan balik, penerima harus mengetahui latar belakangnya, dan susun informasi secara rinci.

5.      Upaya agar organisasi itu bisa menjadi lebih eksis dan mampu menjalankan fungsinya secara optimal !
Jawab : Dalam suatu organisasi harus bisa berkomunikasi dengan baik salah satunya komunikasi antara atasan dengan bawahannya. Kalau komunikasinya baik otomatis organisasi itu akan tetap eksis.

6.      Contoh kasus masalah komunikasi dalam kehidupan sehari-hari !
Jawab :Contoh kasusnya ada salah satu perusahaan yang meminta atasannya agar perusahannya maju kembali. Salah satunya intansi IBM, intansi ini nonaktif dalam produksi, ia meminta masukkan agar instansi itu bisa berdiri kembali dan menjadi aktif lagi.

7.      Faktor utama yang menghambat suatu komunikasi dalam organisasi !
Jawab : Didalam suatu organisasi pasti ada saja hambatannya. Faktor utama yang menghambat suatu komunikasi dalam organisasi yaitu faktor manusiawi dan faktor emosional.

Resume Kelompok 3 - Proses yang Mempengaruhi Pengambilan Keputusan dalam Organisasi

Organisasi adalah kumpulan manusia yang bekerja bersama dalam sebuah naungan untuk mencapai satu atau tujuan kelompok tersebut. Dalam mencapai tujuan dari sebuah organisasi, tentunya perlu diadakan musyawarah antar anggota yang disertai dengan pengambilan keputusan dari pilihan yang terbanyak dan terbaik dari semua anggota. Dalam pengambilan keputusan di dalam organisasi sendiri selalu ada faktor-faktor yang mempengaruhi, baik itu faktor internal, maupun faktor eksternal. Ada 5 tipe pembuatan keputusan yaitu, pembuat keputusan bertipe ideal, pembuat keputusan bertipe receptive, pembuat keputusan bertipe exploitative, bertipe hoarding dan bertipe marketing.

Berikut adalah beberapa hal yang mempengaruhi pengambilan keputusan :
- Adanya pengaruh tekanan dari luar. Terkadang anggota dari organisasi merasa iri dengan organisasi lain, sehingga dengan berbagai cara anggota lain menyarankan sesuatu kepada sebuah organisasi demi kepentingan sendiri.
- Adannya pengaruh kebiasaan lama atau sifat-sifat pribadi. Setiap anggota memiliki karakter yang berbeda, dan sang pengambil keputusan bisa saja mengambil opini yang cocok dengan karakternya sendiri.
- Pengaruh dari kelompok lain. Bersaing itu pasti, sehingga membuat sebuah organisasi cenderung melihat ke organisasi yang lain. Baik atau buruk dari organisasi lain bisa menjadi pelajaran bagi sebuah organisasi.
- Faktor pengalaman.  Pengalaman adalah guru terbaik. Semakin banyak pelajaran dari pengalaman anggota, maka besar kemungkinan keputusan yang dibuat akan lebih bijaksana.

Pertanyaan :
1.      Faktor-faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan dalam organisasi!
Jawab : Ada 3 faktor yang mempengaruhi dalam pengambilan keputusan, yaitu kematangan individu, voting, musyawarah dan mufakat sangat diperlukan.

2 Dalam tipe Marketing, jelaskan aplikasinya dan bagaimana caranya?
Jawab : Sipembuat keputusan yang berdasarkan orientasi pada kesempatan keputusan ,ia fokus untuk mendapatkan suatu keputusan. Contoh aplikasinya yaitu Moboginie. Moboginie mengeluarkan marketing bentuk topi putih dan topi hitam. Tujuannya memasarkan iklan dan moboginie termasuk software opensoure.

3.      Contoh Tipe Pemeras dalam organisasi !

Jawab : Contohnya yaitu VOC. Karena VOC membuat sebuah jalan dari Anyer samapi ke Panarukan yang dibuat di indonesia,tetapi dalam pembuatan jalan tersebut pekerja tidak diberi makan dan minum dan mereka bekerja secara paksa. Tipe ini adalah salah satu contoh yang membuat ide dan berusaha mendapatkan dari pihak lain dengan cara yang tidak baik.

Monday, November 3, 2014

Resume Kelompok 2 - Konflik di dalam Masyarakat

Konflik adalah pertentangan yang timbul di dalam diri seseorang maupun antar manusia yang terjadi di lingkungan sekitar. Di dalam suatu organisasi, konflik biasanya baru akan terasa serius ketika salah satu pihak ada yang merasa terhalang atau terhambat mencapai tujuan awal organisasi tersebut dikarenakan oleh pihak lain.

Konflik di dalam masyarakat berarti adanya masalah dari satu ke satu, satu ke banyak, atau banyak ke banyak orang. Setiap masalah yang terjadi menimbulkan berbagai macam akibat yang berawal dari sebuah sebab. Untuk menjadi orang yang bijak, tentunya menyelesaikan masalah haruslah dengan kepala dingin dan logika terbuka.

Ada beberapa macam cara menyelesaikan konflik yang baik diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Integrating (Problem Solving). Cara menyelesaikan konflik ini cocok untuk memecahkan masalah yang kompleks yang disebabkan karena salah paham (missunderstanding). Cara menyelesaikan konflik ini memerlukan waktu yang lama dalam penyelesaian masalah karena cara ini harus mengidentifikasikan masalah terlebih dahulu, kemudian mempertimbangkan dan memilih alternatif pemecahan masalahnya.
2. Obliging (Smoothing). Cara menyelesaikan konflik ini lebih memuaskan perhatian pada upaya untuk memuaskan pihak lain daripada diri sendiri, karena berupaya mengurangi perbedaan-perbedaan dan menekankan pada persamaan atau kebersamaan diantara pihak-pihak yang terlibat. 
3. Dominating (Forcing). Cara menyelesaikan konflik ini berorientasi pada diri sendiri yang tinggi, dan rendahnya kepedulian terhadap kepentingan orang lain. Cara ini cocok digunakan jika cara-cara yang tidak populer hendak diterapkan dalam penyelesaian masalah, masalah yang dipecahkan tidak terlalu penting dan waktu untuk mengambil keputusan sudah mepet. Gaya ini sering disebut memaksa sehingga tidak cocok dalam penyelesaian masalah yang memerlukan partisipasi dari mereka yang terlibat. 
4. Avoiding (Menghindar). Cara ini cocok untuk menyelesaikan masalah yang sepele. Strategi penghindaran adalah jika kita menghadapi situasi yang membingungkan atau mendua.
5. Compromising. Cara menyelesaikan konflik ini menampilkan seseorang pada posisi yang moderat, yang secara seimbang memadukan antara kepentingan sendiri dan kepentingan orang lain. Cara ini cocok untuk menangani masalah yang melibatkan pihak-pihak yang memiliki tujuan berbeda tetapi memiliki kekuatan yang sama.

Konflik di dalam organisasi merupakan hal yang wajar dan sering terjadi. Karena organisasi adalah  kumpulan orang-orang dengan berbagai latar belakang sehingga kemungkinan besar akan muncul perbedan-perbedaan pendapat. Perbedaan pendapat inilah yang dapat memicu suatu konflik di dalam sebuah organisasi. Tercapainya tujuan suatu organisasi akan terlihat dengan cara bagaimana anggota antar organisasi itu menyelesaikan konflik tersebut. Disarankan dalam penyelesaian suatu konflik didalam suatu organisasi lebih baik diadakan musyawarah antar anggota dan harus dihindari konflik yang berlarut larut dan apabila terjadi konflik sebaiknya segera diselesaikan dan dituntaskan agar tujuan organisasi dapat tetap tercapai.

Pertanyaan:

1. Berikan contoh konflik dalam organisasi dan cara menanganinya!
Jawab : contoh konflik dalam organisasi antara lain terjadi perbedaan pendapat saat pemilihan pengurus yang baru. Cara penanganan konflik dapat dilakukan secara
berturut – turut dimulai dari integrating (problem solving) sampai dengan compromising tergantung besar kecilnya dan rumitnya permasalahan didalam organisasi tersebut.

2.Bagaimana tanggapan kalian tentang konflik sidang saat pemilihan ketua DPR?
Jawab : tanggapan saya adalah seharusnya sebagai wakil rakyat harus dapat menjaga sikapnya dan memberikan contoh yang baik bagi warganya yang lain walaupun ingin mengemukakan pendapat dan ada perbedaan pendapat dengan para anggota sidang yang lain namun juga harus tetap mengikuti tata tertib sidang dan harus menjaga kondisi agar sidang berjalan dengan kondusif.

3.Bagaimana dampak organisasi menyelesaikan konflik yang baik dengan cara problem solving? Jawab : Dampaknya sangat tidak baik bagi suatu organisasi karena membutuhkan waktu yang lama dalam penyelesaian masalah sehingga sangat tidak cocok dalam menyelesaikan masalah yang harus langsung menentukan keputusan. Karena dalam penyelesaian masalah dengan cara problem solving harus mengidentifikasi permasalahan terlebih dahulu, kemudian mempertimbangkan, dan menganalisa dan kemudian memilih aternatif pemecahan masalah yang sesuai.

4. Contoh konflik yang meninggalkan partai Gerindra, Tindakan tersebut menurut anda benar atau salah? 
Jawab : Untuk konflik ini saya tidak tahu tindakan yang dilakukan Bapak Ahok benar atau salah karena saya merupakan orang yang awam terhadap politik. 5.Diantara 5 penyelesaian masalah, cara yang paling efektif dalam penyelesaian konflik yang mana? Jawab : menurut saya cara yang paling efektif dalam penyelesaian konflik tidak ada karena dalam menyelesaikan konflik terdapat tingkatan-tingkatan dalam penyelesaiannya tergantung permasalahannya. Namun cara yang paling disarankan adalah cara compromising karena menyeimbangkan antara kepentingan diri sendiri dan kepentingan orang lain sehingga tidak ada pihak yang egois ingin menang sendiri

Resume Kelompok 1 - Arti Penting Organisasi dalam Bermasyarakat

Organisasi adalah sebuah perkumpulan manusia yang memiliki tujuan dan lebih formal daripada komunitas. Setiap orang yang terlibat dalam sebuah organisasi memiliki posisi penting dalam jalannya sebuah organisasi. Organisasi secara umum ada 2, yaitu organisasi kecil dan organisasi besar. Organisasi digunakan sebagai sarana bersosialisasi dan menuangkan isi pemikiran kita.

Ciri-ciri organisasi, antara lain: 
- Adanya manusia dengan posisinya (atasan dan bawahan) 
- Adanya kerja sama (berstruktur dari sekelompok orang)
- Adanya visi dan misi
- Adanya keterikatan dan tata tertib
- Adanya pendelegasian wewenang dan koordinasi tugas-tugas.

Prinsip-prinsip organisasi:
- Harus memiliki tujuan yang jelas untuk mencapai visi dan misi 
- Perlu adanya kepemimpinan 
- Harus ada pembagian tugas 
- Dituntut dengan rasa tanggung jawab. 

Unsur-unsur organisasi: 
- Partisipasi anggota
- Ketersediaan anggota membantu kelompok 
- Tanggung jawab. 

Organisasi dalam bermasyarakat sangatlah penting guna membantu manusia mengembangkan ilmu sosialnya dalam bermasyarakat. Organisasi juga mampu menumbuhkan jiwa kepemimpinan, setidaknya manusia yang berorganisasi mampu untuk memimpin dirinya sendiri untuk tulus ikut serta dalam struktur organisasi yang telah terbentuk.

Pertanyaan : 

1. Bagaimana tanggapan anda tentang organisasi yang menyimpang?
Jawab : Tanggapan saya tentang organisasi yang menyimpang: Organisasi merupakan tempat aktualisasi diri manusia dalam bermasyarakat agar dapat bersosialisasi dengan masyarakat lain. Organisasi dibentuk untuk mencapai tujuan tertentu dan dengan visi dan misi yang jelas sehingga apabila terbentuk organisasi yang menyimpang awalnya bukan karena tujuan ataupun visi dan misi dari organisasi tersebut namun tergantung dari para anggota organisasi tersebut dapat menjaga tujuan dan visi dan misi mereka atau menjadi organisasi yang menyimpang. 

2. Organisasi yang dulu dan sekarang berbeda, organisasi juga tidak harus bertatap muka. Tanggapan mengenai hal itu bagaimana dan apa sisi baiknya? 
Jawab : Di jaman sekarang ini sudah banyak organisasi kecil. Contohnya komunitas yang ada di media sosial. Tanpa harus bertatap muka,  media para anggota dari organisasi sudah bisa saling berbagi ilmu dan informasi yang baru untuk mereka. Dan organisasi melalui media sosial ini merupakan hal yang sangat efektif saat ini agar dapat aktif dalam suatu organisasi atau ingin berbagi ilmu dan informasi karena masyarakat indonesia sekarang adalah masyarakat yang sibuk. Sedangkan organisasi yang dulu harus bertatap muka dan memerlukan waktu dan tempat yang tepat kapan harus berkumpul sehingga untuk saat sekarang ini organisasi yang seperti itu sudah jarang. 

3. Sebutkan contoh organisasi informal! 
Jawab : Pemuda Pancasila, KOMUNITAS, 234SC, dan lain-lain. 

4. Sebutkan Contoh organisasi formal! 
Jawab : BEM, FPI, dan lain-lain. 

 5. Sebutkan contoh organisasi yang bergerak dibidang sosial!
Jawab : SAR, Posyandu, dan lain-lain.

Monday, October 6, 2014

Review Mata Kuliah Softskill

Bu Ira Phajar Lestari mengajar mata kuliah softskill untuk kelas saya di semester 3. Materi dan tugas yang diberikan cukup banyak, terkadang membingungkan saya untuk membuat artikel di blog ini. Tetapi tujuan dari softskill terpenuhi, karena tidak hanya tugas posting blog saja yang diberikan, berikut juga tugas kelompok yang melatih kerja bersama, serta presentasi di kelas yang membuat kami dapat berbicara di depan orang banyak. Dan saya yakin dengan adanya mata kuliah softskill semester 3 ini dapat berguna kelak ketika saya masuk di dalam dunia kerja. Tetapi terkadang keluhan saya sendiri saat mengerjakan tugas tidak dapat terelakan, karena sebelum-sebelumnya mata kuliah softskill terkesan santai dalam tugasnya.

Perubahan dan Perkembangan Organisasi



MAKALAH TEORI ORGANISASI UMUM



 DIMAS SATRIA W.P       (12113521)
KELAS : 2KA13

 

UNIVERSITAS GUNADARMA

KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas izin-Nya kami dapat menyelesaikan makalah “Perubahan dan Perkembangan Organisasi”
                 Makalah ini berisikan tentang faktor dan proses berubah dan berkembangnya sebuah organisasi. Diharapkan makalah ini dapat memberikan informasi kepada kita semua tentang perkembangan organisasi.
                 Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini.
Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam menyusun makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberkati kita semua. Amin

                                                                                                                                                                                Penyusun













i
DAFTAR ISI

Kata Pengantar ……………………………………………………………………………………………………………… i
Daftar Isi ……………………………………………………………………………………………………………………….. ii
BAB I PENDAHULUAN …………………………….……………………………………………………………………… 1
1.       Latar Belakang …………………………..……………………………….…………………………………….. 1
2.       Rumusan Masalah ………………………………………………….…………………………………………. 1
3.       Tujuan ………………………………………………………………………………………………..…………….. 1
BAB II PEMBAHASAN ……………………………………………………………………………………………………… 1
1.       Pengertian Organisasi ……………………………………………………………………………………….. 2
2.       Tujuan Organisasi ……………………………………………………………………………………………... 3
3.       Faktor – Faktor Perubahan Organisasi ………………………………………………………………. 3-4
4.       Proses Perubahan ……………………………………………………………………………………………… 5
5.       Ciri – Ciri Pengembangan Organisasi ……………………………………………….………………… 6
6.       Metode Pengembangan Organisasi ………………………………………………….……………….. 7-8
1.       Metode Pengembangan perilaku ……………………………………………….……………….. 7
2.       Metode Pengembangan Keterampilan dan Sikap ……………………….……………….. 8
Contoh Kasus ………………………………………………………………………………………………….………………. 9
BAB III PENUTUP …………………………………………………………………………………………………………….. 10
Daftar Pustaka ………………………………………………………………………………………………………………… 11








ii
BAB I
PENDAHULUAN
1.1   Latar Belakang

Kemampuan organisasi untuk bertahan hidup (survive) sangat ditentukan oleh kemampuan organisasi untuk berubah, menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan bisnis yang dihadapi atau menyesuaikan diri dengan perubahan potensial yang akan terjadi di masa mendatang. Kemampuan organisasi untuk berkembang ditentukan oleh kemampuan organisasi dalam menciptakan perubahan.
Perubahan tersebut disebabkan oleh beberapa faktor, baik itu faktor secara negative yang membuat organisasi tersebut mundur, maupun faktor positive yang mendukung organisasi tersebut menjadi maju.
Berbagai upaya perubahan organisasi yang dilakukan secara terencana, seperti upaya perubahan dengan melakukan pembelian peralatan baru, atau merancang ulang sebuah desain, ataupun menyusun ulang suatu kurikulum sekolah, atau suatu departemen pada suatu fakultas. Hal ini karena fokus kajian PO (Pengembangan Organisasi) itu terletak pada peningkatan kemampuan organisasi untuk dapat mengetahui dan memecahkan berbagai masalah yang dihadapi organisasi itu sendiri.
Pengembangan Organisasi merupakan program yang berusaha meningkatkan efektivitas keorganisasian dengan mengintegrasikan keinginan bersama akan pertumbuhan dan perkembangan dengan tujuan keorganisasian. Pengembangan organisasi (PO) sebagai suatu disiplin perubahan perencanaan yang menekankan pada penerapan ilmu pengetahuan dan praktek keperilakuan untuk membantu organisasi-organisasi mencapai efektivitas yang lebih besar.

1.2   Rumusan Masalah

1. Apa faktor – faktor yang menyebabkan perubahan pada organisasi?
2. Bagaimana proses terjadinya perubahan?
3. Apa saja ciri – ciri pengembangan organisasi?
1.3 Tujuan
                Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah untuk mengetahui bagaimana cara-cara berorganisasi yang baik. Dimana dalam sebuah organisasi pasti ada perubahan dan perkembangan yang tidak bisa kita hindari. Dalam makalah ini terdapat contoh kasus perubahan organisasi yang dapat dijadikan pelajaran saat nanti ketika kita berorganisasi. Perubahan yang dialami bisa saja menjadikan organisasi itu lebih baik atau lebih buruk, tergantung bagaimana kita sebagai anggotanya yang melakukan perubahan dan perkembangan.
1
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Organisasi
Terdapat beberapa teori dan perspektif mengenai organisasi, ada yang cocok sama satu sama lain, dan ada pula yang berbeda. Organisasi pada dasarnya digunakan sebagai tempat atau wadah dimana orang-orang berkumpul, bekerjasama secara rasional dan sistematis, terencana, terorganisasi, terpimpin dan terkendali, dalam memanfaatkan sumber daya (uang, material, mesin, metode, lingkungan), sarana-parasarana, data, dan lain sebagainya yang digunakan secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan organisasi.
Menurut para ahli terdapat beberapa pengertian organisasi sebagai berikut.
– Stoner mengatakan bahwa organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan atasan mengejar tujuan bersama.
– James D. Mooney mengemukakan bahwa organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.
– Chester I. Bernard berpendapat bahwa organisasi adalah merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.
– Stephen P. Robbins menyatakan bahwa Organisasi adalah kesatuan (entity) sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relatif terus menerus untuk mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan.
Sebuah organisasi dapat terbentuk karena dipengaruhi oleh beberapa aspek seperti penyatuan visi dan misi serta tujuan yang sama dengan perwujudan eksistensi sekelompok orang tersebut terhadap masyarakat. Organisasi yang dianggap baik adalah organisasi yang dapat diakui keberadaannya oleh masyarakat disekitarnya, karena memberikan kontribusi seperti; pengambilan sumber daya manusia dalam masyarakat sebagai anggota-anggotanya sehingga menekan angka pengangguran
Orang-orang yang ada di dalam suatu organisasi mempunyai suatu keterkaitan yang terus menerus. Rasa keterkaitan ini, bukan berarti keanggotaan seumur hidup. Akan tetapi sebaliknya, organisasi menghadapi perubahan yang konstan di dalam keanggotaan mereka, meskipun pada saat mereka menjadi anggota, orang-orang dalam organisasi berpartisipasi secara relatif teratur.



2
2.2 Tujuan Organisasi
Manusia sering disebut sebagai makhluk sosial, Hal ini disebabkan manusia selalu memerlukan bantuan orang lain dalam hidupnya. Manusia berkumpul, bekerja sama, dan saling berhubungan satu sama lain. Dengan berkumpul, manusia dapat saling memberi dan menerima dalam mewujudkan kehidupan di muka bumi.Organisasi merupakan perwujudan pikiran manusia.Dengan organisasi, manusia berharap agar lebih mudah mencapai keinginan dan harapannya.Karena itu salah satu tujuan organisasi adalah mempermudah setiap orang dalam melaksanakan tugas demi tercapainya tujuan tertentu.
Di negara kita, setiap warga negara mempunyai kebebasan untuk berorganisasi.Bahkan kebebasan itu telah diakui secara sah oleh negara.UUD 1945 pasal 28E Ayat 3 secara tegas menyatakan bahwa, “Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat.”
Dengan pernyataan yang terdapat dalam UUD tersebut, maka jelas bahwa negara memberi kebebasan kepada warga negara untuk membentuk dan memasuki organisasi.Negara juga melindungi setiap orang untuk berkumpul dan mengeluarkan pendapat, baik secara lisan maupun tertulis.
Apa sebenarnya manfaat berorganisasi?
Banyak manfaat yang bisa diambil jika kita masuk dan beraktivitas dalam sebuah organisasi. Manfaat-manfaat itu antara lain sebagai berikut :
a. Organisasi merupakan sarana untuk berinteraksi dengan orang lain dalam ruang lingkup yang lebih luas dan resmi.
b. Organisasi melatih kita dalam membekali diri dengan kemampuan bekerja sama dan berhubungan dengan orang lain.
c. Organisasi dapat mengasah kemampuan diri dalam hal kepemimpinan
d. Organisasi merupakan tempat bagi kita untuk mengabdi kepada sesama.
2.3 Faktor – Faktor Perubahan Organisasi
Alvin L. Bertrand berpendapat bahwa awal dari perubahan itu adalah komunikasi, yaitu proses penyampaian informasi dari satu pihak ke pihak yang lain sehingga dicapai pemahaman bersama, hal ini disebabkan karena adanya pengkomunikasian gagasan-gagasan, ide-ide, nilai-nilai, keyakinan-keyakinan maupun hasil-hasil kebudayaan fisik.
Sebuah perubahan dan pengembangan dapatlah terjadi pada apapun dan siapapun tidak terkecuali dengan organisasi. Tidak banyak individu atau organisasi menyukai adanya perubahan, namun perubahan tidak dapat dihindari namun harus di hadapi.

3
Proses perubahan organisasi adalah konsep daur hidup atau life cycle. Organisasi mengalami proses kelahiran pertumbuhan, berkembang, kematangan, kemunduran dan akhirnya mengalami kematian sebagaimana dalam semua sistem biologi dam sistem sosial. Secara garis ada dua faktor penyebab terjadinya perubahan dalam organisasi yaitu:
a. Faktor Eksternal
Adalah penyebab perubahan yang berasal dari luar, atau sering disebut lingkungan. Organisasi bersifat responsive terhadap perubahan yang terjadi di lingkungannya. Oleh karena itu, jarang sekali suatu organisasi melakukan perubahan besar tanpa adanya dorongan yang kuat dari lingkungannya. Artinya, perubahan yang besar itu terjadi karena lingkungan menuntut seperti itu. Beberapa penyebab perubahan organisasi yang termasuk faktor ekstern adalah perkembangan teknologi, faktor ekonomi dan peraturan pemerintah.
b. Faktor Internal
Adalah penyebab perubahan yang berasal dari dalam organisasi yang bersangkutan, yang dapat berasal dari berbagai sumber antara lain:
- Problem hubungan antar anggota
- Problem dalam proses kerja sama
- Problem keuangan
Hubungan antar anggota yang kurang harmonis merupakan salah satu problem yang lazim terjadi. Dibedakan menjadi dua, yaitu: problem yang menyangkut hubungan atasan bawahan (hubungan yang bersifat vertikal), dan problem yang menyangkut hubungan sesama anggota yang kedudukannya setingkat (hubungan yang bersifat horizontal).
Dari perubahan tersebut tentunya akan berdampak pada beberapa perubahan dalam organisasi tersebut, seperti perubahan sifat organisasi. Untuk menangani masalah tersebut, haruslah organisasi tersebut menetapkan suatu tindakan atau kebijakan dan penyesuaian diri agar sifat organisasi yang sebelumnya tidak lenyap dan terganti. Saat terjadi perubahan struktur organisasi, haruslah tetap berpegang teguh kepada prinsip bahwa struktur organisasi telah disusun dan di tetapkan dengan tujuan memberikan suatu gambaran tentang berbagai hal dalam organisasi tersebut. Dalam melakukan perubahan dalam suatu organisasi umumnya tidak berjalan dengan begitu lancar karna terdapat beberapa hambatan dalam proses perubahan tersebut. Hambatan tersebut umumnya terjadi dari luar atau dari faktor ekstenal.



4
2.4 Proses Perubahan
Organisasi apapun tidak dapat menghindarkan diri dari pengaruh daripada berbagai perubahan yang terjadi di luar organisasi. Yang dimaksud dengan proses perubahan organisasi adalah tata urutan atau langkah langkah dalam mewujudkan perubahan organisasi.
Perubahan organisasi merupakan perubahan yang berkaitan dengan pengembangan, perbaikan, maupun penyesuaian yang meliputi struktur, teknologi, metode kerja maupun sistem manajemen suatu organisasi. suatu organisasi tidak harus melaksanakan suatu perubahan. Hal ini merupakan suatu strategi untuk memenuhi beberapa keseluruhan tujuan dari suatu organisasi.Langkah tersebut terdiri dari :
a. Mengadakan Pengkajian
        Tidak dapat dipungkiri bahwa setiap organisasi apapun tidak dapat menghindarkan diri dari pengaruh daripada berbagai perubahan yang terjadi di luar organisasi. Perubahan yang terjadi di luar organisasi itu mencakup berbagai bidang, antara lain politik, ekonomi, teknologi, hukum, sosial budaya dan sebagainya. Perubahan tersebut mempunyai dampak terhadap organisasi, baik dampak yang bersifat negatif maupun positif. Dampak bersifat negatif apabila perubahan itu menjadi hambatan bagi kelancaran, perkembangan dan kemajuan organisasi. Dampak bersifat positif apabila perubahan itu dapat memperlancar kegiatan, perkembangan dan kemajuan organisasi atau dalam bentuk kesempatan-kesempatan baru yang tidak tersedia sebelumnya.
b. Mengadakan Identifikasi
Yang perlu diidentifiskasi adalah dampak perubahan perubahan yang terjadi dalam organisasi. Setiap faktor yang menyebabkan terjadinya perubahan organisasi harus diteliti secara cermat sehingga jelas permasalahannya dan dapat dipecahkan dengan tepat.
c. Menetapkan Perubahan
Sebelum langkah-langkah perubahan diambil, pimpinan organisasi harus yakin terlebih dahulu bahwa perubahan memang harus dilakukan, baik dalam rangka meningkatkan kemampuan organisasi maupun dalam rangka mempertahankan eksistensi serta pengembangan dan pertumbuhan organisasi selanjutnya.
d. Menentukan Strategi
Apabila pimpinan organisasi yakin bahwa perubahan benar-benar harus dilakukan maka pemimpin organisasi harus segera menyusun strategi untuk mewujudkannya.


5
e. Melakukan Evaluasi
Untuk mengetahui apakah hasil dari perubahan itu bersifat positif atau negatif, perlu dilakukan penilaian. Apabila hasil perubahan sesuai dengan harapan berarti berpengaruh postif terhadap organisasi, dan apabila sebaliknya berarti negatif.

2.5 Ciri – Ciri Pengembangan Organisasi
Suatu strategi pendidikan yang kompleks yang dimaksudkan untuk mengubah keyakinan, sikap, nilai, dan struktur organisasi sehingga mereka dapat lebih beradaptasi dengan teknologi baru, pemasaran dan tantangan, dan tingkat yang memusingkan perubahan itu sendiri. Maka Pengembangan organisasi yang efektif memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
Merupakan strategi terencana dalam mewujudkan perubahan organisasional, yang memiliki sasaran jelas berdasarkan diagnosa yang tepat tentang permasalahan yang dihadapi oleh organisasi.
Merupakan kolaborasi antara berbagai pihak yang akan terkena dampak perubahan yang akan terjadi.
Menekankan cara-cara baru yang diperlukan untuk meningkatkan kinerja seluruh organisasi dan semua satuan kerja dalam organisasi.
Mengandung nilai humanistik dimana pengembangan potensi manusia menjadi bagian terpenting.
Menggunakan pendekatan komitmen sehingga selalu memperhitungkan pentingnya interaksi, interaksi dan interdependensi antara berbagai satuan kerja sebagai bagian integral di suasana yang utuh.
Menggunakan pendekatan ilmiah dalam upaya meningkatkan efektivitas organisasi.
        Bila selama ini kita hanya mengenal pembelajaran pada tingkat individu dan kelompok, maka perkembangan manajemen telah mengenal pembelajaran organisasi (learning organization), yang secara sederhana dapat diartikan sebagai organisasi yang secara terus menerus melakukan perubahan diri agar dapat mengelola pengetahuan lebih baik lagi, memanfaatkan tekhnologi, memberdayakan sumber daya, dan memperluas area belajarnya agar mampu bertahan di lingkungan yang selalu berubah.





6
2.6 Metode Pengembangan Organisasi
       Dalam kegiatan pengembangan organisasi terdapat berbagai macam metode yang pada dasarnya dikelompokan dalam 2 macam, yaitu metode pengembangan perilaku, dan metode pengembangan keterampilan dan sikap.
1. Metode Pengembangan Perilaku
Metode pengembangan perilaku atau Behavioral Development Methode merupakan metode yang berusaha menyelidiki secara mendalam tentang proses perilaku kelompok dan individu. Hal itu dapat dilakukan dengan mempergunakan berbagai cara. Dengan kata lain, metode pengembangan perilaku dapat dibedakan menjadi berberapa macam.
       Dalam buku ini hanya disebutkan 4 macam yaitu, jaringan manajerial, latihan kepekaan, pembentukan tim, dan umpan balik survei.
-          Jaringan manajerial : Jaringan manajerial atau kisi manajerial disebut juga latihan jaringan adalah suatu metode pengembangan organisasi yang didasarkan jaringan material. Teori ini dipelopori oleh Robert Blake dan Jane Mouton. Menurut mereka, gaya kepemimpinan akan menjadi sangat efektif apabila perhatian pimpinan terhadap produksi dan orang dalam keadaan seimbang. Dalam hal demikian pimpinan menunjukkan perhatian tinggi baik terhadap produksi maupun terhadap orang.
-          Latihan Kepekaan : merupakan latihan dalam kelompok. Oleh karena itu metode ini dinamakan pula metode T-group. dalam metode ini yang dimaksud dengan kepekaan adalah kepekaan terhadap diri sendiri dan terhadap hubungan diri sendiri dengan orang lain. Metode ini berlandaskan pada anggapan bahwa kesulitan untuk berprestasi disebabkan oleh adanya persoalan emosional dari kelompok orang-orang yang harus mencapi tujuan.
-          Pembentukan Tim : Merupakan salah satu metode pengembangan organisasi dengan mengembangkan perilaku kelompok melalui suatu teknik intervensi yang disebut pembentukan tim. Tujuan dari pada pengembangan perilaku kelompok ialah untuk melakukan pekerjaan secara efektif dengan membentuk tim.
-          Umpan Balik Survei : adalah suatu metode yang berusaha mengumpulkan data-data dari para anggota organisasi. Data itu meliputi data-data yang berhubungan dengan tingkah laku, sikap, seta berbagai perasaan lain yang ada pada diri setiap anggota organisasi.





7
2. Metode Pengembangan Keterampilan dan Sikap
Metode ini merupakan suatu program latihan yang dilaksanakan secara terus-menerus dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap para anggota organisasi. Oleh karena itu yang dimaksud dengan latihan atau training adalah suatu proses pengembangan kecakapan, pengetahuan, keterampilan, keahlian, dan sikap tingkah laku dari para anggota organisasi.
Program latihan dapat dilakukan dengan berbagai cara, diantaranya ialah latihan di tempat kerja, latihan instruksi kerja, latihan di luar tempat pekerjaan, dan latihan di tempat kerja tiruan.
-          Latihan di tempat kerja : Latihan kerja di tempat kerja yang sebenarnya. Latihan ini melatih anggota organisasi untuk menjalankan pekerjaan-pekerjaan dengan lebih efisien. Keuntungan yang diperoleh dalam latihan di tempat kerja ini antara lain, sangat ekonomis karena para peserta tetap produktif selama mereka mengikuti dan menjalankan latihan, selain itu prestasi anggota organisasi tidak akan berkurang atau hilang, hal ini sangat berbeda apabila dibanding dengan latihan yang diadakan diluar tempat kerja. Latihan yang di luar tempat kerja akan mengakibatkan sebagian prestasi hilang apabila peserta latihan kembali ke tempat kerjanya masing-masing.
-          Latihan instruksi kerja : Terdiri dari 3 macam yaitu Job Instruction Training (latihan mengenai proses pemberian instruksi-instruksi kerja. Para peserta latihan mula-mula diperkenalkan dengan pekerjaan, dan kepada mereka diberikan berbagai instruksi dan demonstrasi secara bertahap mengenai fungsi pekerjaan.) Job Method Training (Latihan yang berhubungan dengan penyederhanaan kerja) Job Relation Training (Latihan yang berhubungan dengan faktor manusian di dalam pekerjaannya setiap hari)
-          Latihan di luar tempat kerja : merupakan latihan yang diadakan di luar tempat kerja. Salah satu keuntungan dari latihan ini adalah adanya motivasi dari para peserta latihan untuk lebih memahami materi/bahan pelajaran mengingat mereka tidak dibebani dengan pekerjaan selama mereka mengikuti latihan.
-          Latihan di tempat kerja tiruan : adalah latihan yang diberikan pada tempat kerja tiruan. Latihan ini umumnya diberikan kepada mereka yang bekerja di tempat-tempat kerja yang membawa risiko cukup besar. Dengan latihan ini diharapkan para peserta lebih banyak menguasai tentang teknik-teknik kerja yang baik.





8
CONTOH KASUS :
Ahok: Saya Berhenti Dari Partai, Bukan “Kutu Loncat”
JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama merespons santai sindiran Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto yang menyebut "kutu loncat" dalam Kongres Luar Biasa Partai Gerindra, Sabtu (20/9/2014).

"Enggak mau tanggapilah, nanti jadi susah. Saya masuk Gerindra kan juga (loncat) dari Partai Golkar. Akan tetapi, saya tidak loncat sebetulnya, saya berhenti (dari partai)," kata Basuki di Balaikota Jakarta, Senin (22/9/2014)

Pria yang akrab disapa Ahok itu menjelaskan definisi "kutu loncat", yakni seorang politisi dari partai ke partai.

Apabila ia saat ini memutuskan untuk masuk ke partai politik lainnya, maka itu yang dinamakan "kutu loncat". Namun, setelah keluar dari Partai Gerindra, Basuki belum memutuskan untuk bergabung dalam partai politik mana pun. Ia memilih fokus untuk membenahi Jakarta selama tiga tahun sisa pemerintahannya.

Pada September 2007, Basuki memutuskan berhenti dari keanggotaan sebagai Partai Indonesia Baru (PIB). Kemudian, ia tidak lagi menjadi anggota partai politik hingga tahun 2008. "Masyarakat minta saya masuk DPR RI. Karena masuk DPR itu harus anggota partai, saya baru masuk Partai Golkar. Saya baru loncat (partai) sekali, dari Golkar ke Gerindra," ujar Basuki.

Sekadar informasi, Prabowo sebelumnya mengatakan bahwa seleksi alam akan menunjukkan mana kader yang baik dan mana kader yang tidak baik dalam internal Partai Gerindra. "Alam akan memisahkan mana kader baik, mana kader setengah baik, mana 'kutu loncat', mana yang 'kutu busuk'," kata Prabowo saat itu.

Beberapa kader partai yang hadir dalam kongres tersebut lantas menyerukan nama Ahok (Basuki) dalam menanggapi pernyataan Prabowo.





9
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Adapun kesimpulan yang dapat di tarik dari makalah ini adalah sebagai berikut :
Perubahan organisasi adalah tindakan beralihnya suatu organisasi dari kondisi yang berlaku kini, ke kondisi masa yang akan datang yang di inginkan guna meningkatkan efisiensinya.
Pengembangan organisasi adalah suatu pendekatan sistematik, terpadu dan terencana untuk meningkatnya efektivitas organisasi serta memecahkan masalah-masalah (seperti kurangnya kerja sama/koperasi, desentralisasi yang berlebihan dan kurang cepatnya komunikasi dan sebagainya) yang merintangi efisiensi pengoperasian pada semua tingkatan.
kekuatan-kekuatan Internal dalam perubahan organisasi, perubahan kebijakan lingkungan. Perubahan tujuan, perluasan wilayah operasi tujuan,volume kegiatan bertambah banyak,sikap dan perilaku dari para anggota organisasi. Kekuatan-kekuatan eksternal yaitu politik, hokum, kebudayaan, teknologi, sumberdaya alam,demografi,sosiiologi.
Kekuatan-kekuatan eksternal yaitu kompetisi yang semakin tajam dalam organisasi, perkembangan iptek, perubahan lingkungan,baik lingkungan fisik maupun social yang membuat organisasi berfikir, bagaimana mendapatkan sumber diluar organisasi untuk masa depan organisasi. Kekuatan-kekuatan internal yaitu struktur,system,dan prosedur,perlengkapan dan fasillitas, proses dan saran apabila tidak cocok akan membuat organisasi melalui perbaikan. Perubahan organisasi dilakukan untuk mencocokan dengan kebutuhan yang ada.

3.2 Saran
Dengan makalah ini penulis berharap agar pembaca dapat memahami tentang arti penting perubahan dan perkembangan organisasi di dalam kehidupan berorganisasi. Semoga makalah ini dapat berguna bagi pembaca. Penulis juga mengharapkan kritik dan saran yang membangun agar penulis dapat lebi baik lagi.



10

DAFTAR PUSTAKA

http://nanda cacingan.blogspot.com/2012/10/makalah-perubahan-dan-perkembangan.html



















11