Monday, November 11, 2013

Lihat Onggokan Sampah, Jokowi Masuk Selokan

KOMPAS/IWAN SETIYAWAN
Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, memeriksa gorong-gorong saluran pembuangan Jalan MH THamrin di sekitar Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Rabu (26/12/2012). Pemeriksaan ini untuk melihat langsung kondisi saluran pembuangan yang diduga tersumbat dan menjadi penyebab timbulnya genangan saat hujan deras.
JAKARTA, KOMPAS.com — Di saat meninjau genangan air di Jalan Raya Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo tak sungkan masuk ke dalam selokan selebar setengah meter. Padahal, saat ini, pimpinan SKPD ikut meninjau bersamanya.


Semula, Jokowi hanya melihat kondisi selokan yang terhubung dengan Jalan Raya Lenteng Agung. Tiba-tiba, Jokowi setengah melompat masuk ke dalam selokan itu seraya membungkuk. Jokowi pun menunjukkan onggokan sampah di dalam gorong-gorong selokan. 


"Tuh lihat, di dalam itu buanyak sampah, makanya ada genangan," ujar Jokowi, Senin (11/11/2013). 


Jokowi sempat meminta Kepala Dinas Pekerjaan Umum Jakarta Manggas Rudi Siahaan untuk melihat langsung kondisi yang ada di dalam. "Sini, Pak, dilihat dari sini kelihatan banget," ucapnya sambil menunjukkan onggokan sampah di dalam selokan. 


Tetapi, Manggas tak ikut turun ke dalam selokan. Manggas hanya mengiyakan sambil memosisikan tubuhnya setara dengan Jokowi. 


Selain memantau gorong-gorong penuh sampah, Jokowi juga sempat menjejak-jejakkan kaki kanannya di dasar selokan. Jokowi mengatakan, salah satu penyebab genangan adalah endapan di selokan yang belasan tahun tidak pernah dikeruk sehingga menumpuk serta akhirnya mengurangi daya tampung selokan itu. 


"Di sini titik yang paling tinggi genangannya. Coba bayangin sampe keras begini endapannya," ujar Jokowi. 


Dia pun meminta Kepala Dinas PU untuk mengeruk endapan lumpur di selokan tersebut. Seperti diketahui, hujan yang mendera Jakarta pekan pertama November 2013 ini mengakibatkan genangan di Jakarta. Data Dinas Pekerjaan Umum mencatat ada 27 genangan yang ada di Jakarta. 


Jokowi menilai ada tiga penyebab genangan. Pertama, tidak sterilnya penghubung antara jalan dan saluran air dari sampah. Kedua, terdapatnya beragam kabel yang melintang di penghubung antara jalan dan saluran tersebut. Alhasil, sampah pun tersangkut di kabel sehingga menyebabkan tersendatnya air. Ketiga, tidak ratanya lebar saluran air tepi jalan. Ada ruas saluran yang memiliki lebar dua meter, tetapi di ruas selanjutnya menyempit hingga mencapai satu meter saja.

Editor : Ana Shofiana Syatiri
Sumber: Kompas.com

Komentar Saya:

Masalah banjir di Jakarta sudah sering saya dengar. Bapak Jokowi ini patut untuk menjadi contoh karena ulatnya menjadi pemimpin yang bertanggung jawab. Sebagai gubernur DKI Jakarta, setidaknya bantuan dari pemerintah pusat beserta dinas yang lain ikut membantu agar masalah banjir dapat dikurangi demi kenyamanan bersama. Perlu adanya juga regulasi pemerintah tentang membuang sampah yang tidak sembarangan agar banjir tidak akan terlalu besar bilapun hujan deras berkepanjangan.


0 comments:

Post a Comment