Hidup di kota besar bukanlah perkara mudah. Menjaga taraf hidup yang baik, sampai menjaga akhlak yang baikpun sangatlah sulit. Di tengah kota, saya banyak sekali menemui gepeng dan pemuda sampai orang-orang dewasa yang nongkrong dengan membawa minuman alkohol. Dengan santainya, mereka-mereka yang sedang duduk di salah satu mini market membawa beberapa botol minuman berarkohol. Dan ini tidak terjadi di klub malam, melainkan hanya di sebuah mini market pinggir jalan saja! Bisa anda bayangkan hal-hal apa saja yang dapat terjadi di sebuah klub malam kalau di pinggir jalan saja banyak manusia yang santai membawa minum keras?
Lalu saya sempat bertanya kepada teman saya di salah satu daerah di kota besar. Saya bertanya apakah di daerahnya bebas untuk membawa siapa saja ke dalam rumah? Dia bisa menjawab dengan santai bahwa di daerahnya sangat sulit jika tidak ada kebebasan. Lebih lanjut, dia bilang bahkan saya bisa tinggal berduaan dengan pacar. Tambah-tambah saya bingung, apakah di daerah ini tidak ada razia untuk tempat tinggal?
Salah satu kawan saya sewaktu SMA memiliki cita-cita untuk masuk ke akademi polisi. Keinginannya begitu besar dan akhirnya dia gagal untuk masuk ke akademi tersebut. Dan sekarang, mereka mereka-mereka yang sudah berhasil tidak tegas dalam menegakkan hukum di negeri ini? Saya cukup bertanya-tanya dalam hati, kota besar ini memang indah. tetapi ada lubang hitam yang terpelihara di dalam keindahannya.
Saya adalah orang baru di negeri ini, karena usia saya saja bahkan belum menginjak kepala 2. Saya dibesarkan di sebuah kota kecil dan baru tahu seluk-beluk dan kejamnya kehidupan malam di kota besar. Saya ingin bertanya, mengapa regulasi di negeri ini sangat lemah? Apa karena kota besar di Indonesia sangat ingin menyamai kota besar di luar negeri yang menjunjung tinggi prinsip kebebasan tapi batas?
Sumber: Pendapat pribadi.
0 comments:
Post a Comment