Monday, October 7, 2013

Hilangnya Moral dan Etika

Pergaulan dan lingkungan adalah faktor terbesar dalam membentuuk karakter seseorang. Jika seseorang tinggal di tempat dengan pergaulan yang buruk, maka jadilah perilaku seseorang tersebut buruk. Jika seseorang hidup di kalangan berpendidikan yang mengindahkan etika, maka bisa jadi seseorang tersebut kelak akan menjadi manusia yang sopan.

Pada zaman ini, mungkin sudah sangat sulit menemukan manusia dengan kualitas etika yang baik. Di sekitar saya saja banyak pemuda yang sulit untuk mematuhi peraturan. Bicaranya kadang tidak terdengar seperti seorang pelajar yang baik. Sanksi dari aturan-aturan yang ada tidaklah tegas ataupun mengikat. Malah generasi muda lebih pintar untuk menyembunyikan sesuatu daripada sekedar mengerjakan soal ilmu pengetahuan umum.

Sebuah organisasi yang harusnya menjadi contoh yang baik sekalipun dengan membawa nama yang "dipercaya" orang malah menyebabkan keributan. Anarkisme yang meluas tanpa ada batas, mungkin bisa kita sebut organisasi kebal hukum. Ketidakadilan dan ketidakpastian hukum ini mampu memberantas hal baik secara perlahan dan teratur.

Acara-acara di televisi yang bahkan mampu merusak mental anak kecil bebas ditayangkan tanpa ada masalah hukum tertentu. Dari pendidikan anak sejak dinilah semuanya dimulai. Peran orang tua sangat dibutuhkan dalam pendidikan karakter sejak dini. Jika manusia dipupuk etikanya saat telah dewasa, maka tidak menutup kemungkinan pribahasa "Bagaikan mengukir di atas air" menjadi kenyataan.

Menurut saya, perlu adanya perhatian dari orang tua pada lingkungan anak agar tidak terbawa arus yang tidak baik. Aturan-aturan pemerintah harus ditegaskan kepada semua orang dengan seadil-adilnya, tidak mempedulikan apakah dia anak seorang pejabat, ataupun anak seorang pengemis.

Sumber: Pendapat pribadi, Dimas Satria Wira Putra, NPM 12113521.

0 comments:

Post a Comment