Setiap orang di muka bumi ini sangat senang bila dihargai, apapun itu bentuknya. Sebuah pujian atas apa yang dia kerjakan, sebuah dorongan yang ia dapatkan saat melakukan sesuatu, bahkan sejumlah materi yang akan ia dapatkan saat melakukan sesuatu untuk orang lain. Tahukah anda salah satu alasan bangsa ini terus berada dalam keadaan berkembang?
Banyak orang cerdas, orang yang memiliki potensi untuk memajukan bangsa di negeri ini. Tetapi, sebagian dari mereka memilih untuk mengabdi kepada negara yang lain karena merasa lebih dihargai tenaganya. Pesawat yang pernah diciptakan oleh mantan presiden Republik Indonesia, pernahkah diperbanyak untuk digunakan dalam jasa penerbangan di Indonesia? Manusia di negeri ini bahkan lebih memilih untuk menggunakan pesawat terbang kondisi bekas asal impor dari negara lain.
Pernahkah kalian lihat artis luar negeri ada di acara televisi kita? Apakah mereka-mereka yang menjadi artis di sini adalah mereka-mereka yang hebat di negaranya? Menurut saya, rakyat di negara ini lebih menghargai apa yang diimpor dari luar negeri, dari manapun mereka, yang penting punya merk "dari luar negeri". Padahal kalau kita simak, pertukaran manusia ini tampak tidak sebanding kualitasnya. Misalkan seorang profesor dari negeri ini keluar untuk mengabdi di negara lain, sedangkan orang asing yang sewaktu di negaranya bukanlah siapa-siapa masuk ke negara kita dan menjadi terkenal. Negara kita, negara yang kaya akan alamnya, malah bisa tertipu oleh negara lain yang ingin menguasai seisinya.
Kurangnya rasa percaya terhadap rakyat kita sendiri membuat satu-per-satu manusia-manusia cerdas memilih untuk mengabdi untuk negara lain. Padahal, tahukah kita bahwa mungkin negara ini bisa maju jika rasa saling menghargai itu kuat?
Dengan demikian, kesimpulan menurut saya, jika menghargai masyarakat pribumi yang berkualitas di negeri ini semakin melemah, mereka yang berkualitas memilih untuk keluar dari negara ini demi penghargaan, maka yang rugi adalah kita sendiri. Negara lain semakin maju, negara kita semakin miskin sumber daya manusia berkualitas.
Sumber: Pendapat pribadi, Dimas Satria Wira Putra, NPM 12113521.
0 comments:
Post a Comment