Hampir semua orang mengenal yang namanya media massa. Di dalam kehidupan sehari-hari, kita selalu melihat media massa dimanapun, baik itu cetak maupun digital. Salah satu media massa adalah televisi. Televisi hampir dimiliki semua orang, bahkan kita dapat melihat televisi melalui ponsel ataupun streaming internet. Acara televisi ini apakah selalu mendidik dan membuat semua masalah menjadi mudah?
Menurut saya, jawabannya adalah tidak. Sering kali media massa malah menimbulkan perdebatan yang baru. Bagaimana kasus-kasus yang ditampilkan di media massa? Sering sekali saya melihat malah masalah yang ada bertambah. Dengan salahnya seorang presenter berbicara, seorang presenter dapat dituntut oleh yang diwawancarai atas nama pencemaran nama baik seperti kasus-kasus yang sudah-sudah. Dengan dieksposnya sebuah masalah, kadang yang memiliki masalah terpancing emosi lalu mengeluarkan kata yang lebih parah. Di sisi lain saat yang dibicarakan mendengar, ada bukti fisik berupa video yang dapat digunakan sebagai bukti di pengadilan.
Lalu, apalagi yang bermasalah dengan televisi? Dengan televisi, informasi semakin mudah untuk didapatkan. Dengan murahnya teknologi televisi ini, semua orang dapat membeli dan menggunakan televisi dengan mudah. Apakah program di televisi ini selalu diawasi? Nyatanya, menurut saya tidak. Bahkan yang kadang membuat saya miris adalah program hiburan untuk anak. Sering sekali saya melihat adegan-adegan kekerasan, meski hanya dalam film kartun. Pendidikan melalui televisi ini dapat merusak mental melalui program-program yang tidak jelas tujuannya untuk siapa. Simpang siur terkadang adegan dewasa ditayangkan pada saat bukan jam saat anak kecil tidur.
Yang ingin saya bahas kedua adalah media cetak. Dengan adanya berita yang tercetak di media massa, saya yakin tidak semuanya nyata. Terkadang, judul atau isi itu diperheboh sehingga dapat menyudutkan seseorang yang diberitakan. Tidak adanya undang-undang yang tegas tentang kontrol media massa bisa saja akan menimbulkan masalah baru karena berita yang beredar lebih bersifat subjektif bukan objektif.
Kesimpulan akhirnya, menurut saya media massa bukanlah solusi yang terbaik jika dalam diri kita sendiri tidak memiliki kontrol pikiran yang baik. Terkadang media massa menjadi provokator atas sesuatu yang terjadi. Menurut saya, perlu diadakan kontrol sosial agar segala yang diumumkan di media massa adalah sesuatu yang terkontrol dengan baik dan tepat sasaran.
Sumber: Pengalaman & pendapat pribadi.
Dimas Satria Wira Putra, NPM: 12113521 1KA10.
0 comments:
Post a Comment