Dalam perkembangan teknologi mobile yang tidak ada habis-habisnya, kita mulai mengenal banyak macam teknologi. Teknologi ponselpun tidak pernah luput dari perhatian para produsen ponsel. Kini, kita lebih banyak memakai smartphone daripada featurephone. Dan sekarang, saya akan membahas tentang prosesor ponsel yang banyak orang tidak sadari bahwa di dalamnya terdapat berbagai macem arsitektur.
Prosesor ARM memiliki beberapa arsitektur. Yang paling banyak dipakai saat ini adalah ARMv7 dengan kapasitas NEON. NEON adalah teknologi untuk dapat memutar video lebih halus. Dengan ini, kita dapat memutar video berresolusi tinggi, Full HD misalnya. Rata-rata prosesor ARM adalah 32-bit, tapi era 64-bit baru dimulai dengan Apple iPhone 5S yang memakai prosesor ARMv8 terbaru dengan bit width 64-bit yang disebut Cortex A5X.
Ditenagai dengan berbagai macam kecepatan, dimulai dari yang terendah sampai ribuan MHz. Dilengkapi dengan beberapa inti mulai dari satu inti, hingga sekarang muncul 8 inti prosesor sekaligus yang diciptakan pertama kali oleh Samsung dengan Exynos 5 yang ada di Samsung Galaxy S4. Meskipun prosesor Galaxy S4 ini belum bisa menjalankan ke-8 otaknya secara bersamaan (mungkin akan ada pembaharuan untuk mengaktifkan fitur ini), tapi diyakini dengan fitur ini maka ponsel dapat berjalan dengan hemat daya karena prosesor ini memiliki 2 tipe prosesor, yaitu 4-inti Cortex A7 yang hemat daya, dan 4-inti lagi Cortex A15 untuk performa maksimal.
Dominasi prosesor ponsel ini membuat Intel terinspirasi untuk menyaingi prosesor ARM. Intel mulai melakukan debut prosesor ponsel melalui Lenovo K900 yang menggunakan prosesor Intel Atom Z2580 dengan bit width 32-bit dengan fitur Hyperthread (1 inti menjadi 2 inti virtual). Melalui pengalaman saya, prosesor Intel Atom ini tidak cukup baik untuk menjalankan aplikasi dengan menggunakan sistem operasi PC. Tetapi melalui sistem operasi ringan seperti Android, prosesor Intel Atom Z2580 yang digunakan oleh Lenovo K900 ini dapat mengalahkan prosesor Samsung Exynos 5 Octa-core dalam pengujian yang biasa dilakukan melalui perangkat lunak Antutu Benchmark di Android.
Dengan inovasi-inovasi prosesor ponsel ini, apakah akan mampu digunakan secara optimal untuk sebuah gadget? Menurut saya, jangan sampai prosesor ini berat sebelah dengan komponen lainnya yang akan menyebabkan bottleneck. Dengan kecepatan yang sudah tinggi tersebut, bahkan prosesor ARM ini belum tentu dapat mengalahkan prosesor Intel Pentium 4 yang sudah lama ditinggalkan meski dengan akumulasi clockspeed yang lebih tinggi dari Intel Pentium 4.
Yang terakhir, jika ingin membeli sebuah smartphone, maka pelajari dahulu spesifikasi sebuah ponsel agar sesuai dengan kebutuhan anda.
Sumber: Pengalaman & pengetahuan pribadi.
Dimas Satria Wira Putra, NPM: 12113521 1KA10.
0 comments:
Post a Comment