Sunday, November 9, 2014

Belajar Dari Film Animasi "One Piece"

Pembaca mungkin pernah mendengar, atau malah mengikuti cerita One Piece? Cerita ini (komik ataupun film), mengisahkan kehidupan bajak laut pada suatu masa. Luffy, Monkey D. Luffy, adalah cucu dari seorang wakil admiral angkatan laut dan anak dari seorang revolusioner bajak laut. Kehidupannya sederhana, dari kecil Luffy sudah dididik mandiri oleh kakeknya. Sampai suatu saat dia bertemu dengan temannya, Ace, anak dari raja bajak laut di era sebelumnya. Setelah bertemu Ace, Luffy juga bertemu dengan Sabo, seorang anak bangsawan yang kesepian dan sedang mencari teman.

Akhirnya tiba dimana ketiganya terpencar. Namun yang akan saya ceritakan kali ini adalah kisah tentang Luffy yang ingin menjadi raja bajak laut. Semangatnya begitu kuat untuk mencapai impiannya. Sampai-sampai dia selalu menyemangati orang lain yang sedang patah semangat. Dia sangat marah ketika mendengar seseorang putus asa dengan semangatnya. Lalu orang-orang di sekitarnya mampu membangkitkan semangat yang telah putus karena ocehan lugu dari sang kapten topi jerami, Luffy. Dia selalu meneriakkan impiannya kepada orang yang baru ia temui, yaitu untuk menjadi raja bajak laut. Dan orang-orang yang ditemuinya selalu merasa nyaman meskipun mereka pada awalnya sangat takut dan membenci Luffy, karena dia adalah seorang bajak laut.

Luffy selalu memikirkan tentang teman. Kesetiakawanannya begitu kuat sehingga dia selalu menunggu dan membantu teman-teman, bahkan orang yang sedang dalam keterpurukan sekalipun orang lain itu adalah bajak laut juga. Dia selalu merangkul teman-temannya, meskipun dia selalu menyatakan rencana yang gegabah dan tidak matang, akhirnya dia bersama teman-teman bajak lautnya mampu menghadapi masalah demi masalah.

Namun yang bermasalah justru adalah angkatan laut. Luffy tidak pernah berniat untuk berurusan dengan angkatan laut. Tetapi dengan kru-kru bajak laut yang Luffy kumpulkan, mereka juga punya masa lalu yang kelam. Saat angkatan laut menangkap kru Luffy, sebenarnya Luffy hanya ingin mengembalikan temannya. Tetapi jelaslah apa yang dilakukan Luffy dianggap sebagai tentangan terhadap angkatan laut. Tetapi Luffy tidak peduli dengan angkatan laut. Yang ia pedulikan hanya teman-temannya dan juga orang baik di sekitarnya.

Angkatan laut selalu mengatakan tentang keadilan dan kedamaian dunia. Di saat Luffy mengalahkan salah satu kapten bajak laut yang menjadi rekanan angkatan laut (shicibukai), Crocodile, angkatan laut justru mengaku bahwa angkatan laut lah yang telah mengalahkannya. Mereka selalu merasa benar, dan selalu memutar balikan fakta untuk tetap dipandang baik oleh masyarakat dunia.

Ini lah salah satu gambaran dari dunia nyata. Yaitu yang selalu merasa benar tidaklah pasti selalu berbuat benar. Seringkali orang yang dianggap salah ternyata menjadi dalang di dalam datangnya kebaikan. Orang baik jelas tidak pernah ingin diumbar menjadi orang baik. Jelaslah bahwa yang nyata adalah orang baik itu karena pengakuan orang lain, bukan karena pengakuan diri sendiri. Dan kesetiakawanan dan semangatnya Luffy patut dicontoh, tetapi tidak tindakannya yang seringkali ceroboh. :)

1 comment: