Kita sekarang hidup di jaman
modern di mana kita bisa hidup di rumah saja dan bisa melakukan lebih banyak
hal dibanding dulu. Itu semua bisa dilakukan karena Tuhan membuat teknologi itu
tumbuh melalui kecerdasan otak manusia yang diberikan-Nya. Sebagai manusia,
kita diberi amanat oleh Tuhan Y.M.E. untuk hidup dan berkembang dengan akal.
Maka tidaklah mustahil jika perkembangan teknologi menjadi cepat.
Pada tahun 2000, dimana membeli
ponsel mahal itu hanya sekedar berlayar hitam putih, dan membeli kartu SIM
dengan harga 10 kali lipat dibanding sekarang. Dan dulu di tahun 2006, saya
masih ingat menggunakan paket internet di ponsel dengan harga 100 per-menit
dengan kecepatan maksimal 384 kbps di teknologi 3G. Sekarang sudah memasuki era
4G LTE, tidak terasa mobile broadband
dapat mencapai kecepatan 150 mbps pada jaringan LTE Cat. 4 (kalau tidak salah).
Untuk mewujudkan evolusi ini
dibutuhkan waktu yang cukup panjang, tetapi cukup berarti. Perkembangan ini mungkin
sedikit mengenyampingkan sumber daya penghidup dari teknologi tersebut, batere.
Pada jaman dulu di tahun 2000-an, kapasitas batere 780 mAH masih mampu
menghidupi komunikasi seseorang untuk 2-3 hari dengan intensitas normal. Tetapi
sekarang, dengan hadirnya internet mobile, pada jaringan 3,75G saja batere
2.100 mAH tidak akan kuat hingga seharian penuh jika dipakai lumayan sering.
Layar gadget tidak luput dari
perkembangan. Resolusi layar yang tinggi dengan kerapatan yang tinggi pula jadi
sesuatu yang menarik bagi sebagian kalangan. Saya ingat ponsel pertama saya
mampu saya buat kalung dengan aksesoris tambahan karena ringan dan kecil.
Tetapi sekarang hampir mustahil untuk membuat kalung dari smartphone. Mungkin
akan terlihat menarik bila anda seorang artis dan membuat kalung dari
smartphone dengan layar besar. Untuk memasukkan smartphone ke kantong saja
kadang tidak nyaman, berbeda dengan jaman dulu.
Tren layar sentuh sendiri tumbuh.
Padahal hal ini juga sebenarnya lebih riskan daripada pada jaman dulu. Jaman
dulu, saya hampir tidak pernah takut untuk melempar sebuah ponsel ke kasur.
Tetapi sekarang, layar sentuh rentan untuk pecah, sekalipun anda memakai
antigores, karena antigores melindungi layar dari goresan, bukan kecelakaan
seperti terjatuhnya ponsel.
Belum lagi untuk kapasitas memori
dan jeroan sebuah gadget yang canggih seringkali tidak digunakan optimal bagi
banyak pengguna. Pengguna gadget lebih banyak meninggikan gengsi untuk membeli
gadget yang memiliki nama dan harga yang mahal. Padahal dalam sebuah gadget
tidak lepas dari 3 buah komponen, yaitu software, hardware, dan brainware. Jika
brainware itu sendiri lemah, maka sistem tidak akan berjalan baik. Suatu sistem
itu harus memperhatikan keseimbangan antar-komponen. Maka alangkah bijaksananya
seseorang jika membeli sesuatu yang cukup, bukan berlebihan, termasuk dalam
pembelian gadget.
0 comments:
Post a Comment