Monday, November 24, 2014

Mengejar Kuantitas, Merubah Kualitas

Seseorang, sebuah grup, dan sebuah perusahaan dalam mengais rejeki selalu melakukan banyak hal. Biasanya produksi pertama hadir dengan kualitas yang terbaik. Mengapa? Karena produk dari seseorang, sebuah grup, atau sebuah perusahaan butuh pengakuan dari masyarakat luas dulu.

Seiring dengan dikenalnya sebuah nama, maka kuota produk ditambah. Dengan penambahan kuota ini, produsen mengejar kuantitas, dan tidak jarang melupakan tentang kontrol kualitas dari produknya sendiri, sehingga seringkali saya dengar istilah ‘produk gagal’. Produsenpun tidak mau kalah dengan menggembar-gemborkan bahwa pihaknya telah melakukan uji kualitas dengan ketat agar tidak dituntut oleh konsumen.

Saat sebuah produk sudah tidak dipercaya lagi oleh konsumen, maka akan sulit untuk mendapatkan kepercayaan konsumen lagi. Jika diteliti, seiring dengan perkembangan sebuah produsen, maka dibutuhkan juga penambahan tenaga kerja. Mungkin inilah salah satu alasan mengapa sebuah produsen lebih mengejar kuantitas daripada kualitas.


Namun alangkah baiknya jika sebuah produsen menelurkan sebuah produk dengan kualitas yang konsisten, karena lebih sulit untuk mempertahankan daripada untuk mencapainya. Karena seringkali cap jelek sulit untuk dihilangkan, bahkan untuk seseorang yang mau berubah sekalipun.

0 comments:

Post a Comment