Seseorang, sebuah grup, dan
sebuah perusahaan dalam mengais rejeki selalu melakukan banyak hal. Biasanya
produksi pertama hadir dengan kualitas yang terbaik. Mengapa? Karena produk
dari seseorang, sebuah grup, atau sebuah perusahaan butuh pengakuan dari
masyarakat luas dulu.
Seiring dengan dikenalnya sebuah
nama, maka kuota produk ditambah. Dengan penambahan kuota ini, produsen
mengejar kuantitas, dan tidak jarang melupakan tentang kontrol kualitas dari
produknya sendiri, sehingga seringkali saya dengar istilah ‘produk gagal’.
Produsenpun tidak mau kalah dengan menggembar-gemborkan bahwa pihaknya telah
melakukan uji kualitas dengan ketat agar tidak dituntut oleh konsumen.
Saat sebuah produk sudah tidak
dipercaya lagi oleh konsumen, maka akan sulit untuk mendapatkan kepercayaan
konsumen lagi. Jika diteliti, seiring dengan perkembangan sebuah produsen, maka
dibutuhkan juga penambahan tenaga kerja. Mungkin inilah salah satu alasan
mengapa sebuah produsen lebih mengejar kuantitas daripada kualitas.
Namun alangkah baiknya jika
sebuah produsen menelurkan sebuah produk dengan kualitas yang konsisten, karena
lebih sulit untuk mempertahankan daripada untuk mencapainya. Karena seringkali
cap jelek sulit untuk dihilangkan, bahkan untuk seseorang yang mau berubah
sekalipun.
0 comments:
Post a Comment