Banyak perantau yang pergi ke ibu
kota untuk mencari ilmu dan mencari rezeki. Bahkan tidak sedikit orang yang
nekat mengadu nasib di ibu kota meskipun kehidupan seseorang di kampong
halamannya sudah lebih dari cukup. Untuk dapat mencapai ibu kota Jakarta, banyak
penjuru dari berbagai macam kota dan provinsi menempuh jarak yang cukup jauh.
Penulis sendiri adalah salah seorang pemuda yang besar bukan di kota besar
Jakarta, dan berniat untuk mencari ilmu di kota Depok, dekat dengan ibu kota
Jakarta.
Pengalaman yang bisa didapatkan
dalam menumpah jarak ~264 Km dengan menggunakan jalur tanpa tol cukup
menyenangkan. Kita bisa melihat pemandangan, keadaan di kota lain, bahkan bisa
bertemu dengan orang-orang baru yang baik. Kita juga bisa mengenal kebiasaan
masyarakat dalam sebuah kota yang baru kita kunjungi, entah itu kebiasaan
berlalu-lintas, ataupun kebiasaan mendatangi sebuah konser.
Kita juga bisa berhenti di satu
titik dalam sebuah kota. Kita juga bisa mengenal titik-titik rawan tilangan,
dan kebiasaan polisi dalam melakukan penilangan kendaraan bermotor. Kita bisa
bebas merdeka untuk pergi kemanapun yang kita mau, tidak terpaku jadwal
tentunya. Hal inilah yang penulis cintai dari menggunakan kendaraan pribadi
dibandingkan dengan kendaraan umum, karena Indonesia juga telah merdeka.
Saat mengemudipun sama, bedanya
hanya menggunakan jalur bebas hambatan atau jalan tol. Di jalan tol ini, kita
juga bisa istirahat di tempat istirahat yang disediakan di beberapa titik jalur
tol. Kita bisa mengenal mana tempat istirahat yang bersih dan menarik, dan
tentunya menambah wawasan juga. Lumayan toh
kalau ada teman yang bertanya-tanya? Kita jadi bisa dianggap berwawasan kan
hehehe.
0 comments:
Post a Comment