Monday, November 24, 2014

Pengalaman Berkendara dan Mengemudi

Banyak perantau yang pergi ke ibu kota untuk mencari ilmu dan mencari rezeki. Bahkan tidak sedikit orang yang nekat mengadu nasib di ibu kota meskipun kehidupan seseorang di kampong halamannya sudah lebih dari cukup. Untuk dapat mencapai ibu kota Jakarta, banyak penjuru dari berbagai macam kota dan provinsi menempuh jarak yang cukup jauh. Penulis sendiri adalah salah seorang pemuda yang besar bukan di kota besar Jakarta, dan berniat untuk mencari ilmu di kota Depok, dekat dengan ibu kota Jakarta.

Pengalaman yang bisa didapatkan dalam menumpah jarak ~264 Km dengan menggunakan jalur tanpa tol cukup menyenangkan. Kita bisa melihat pemandangan, keadaan di kota lain, bahkan bisa bertemu dengan orang-orang baru yang baik. Kita juga bisa mengenal kebiasaan masyarakat dalam sebuah kota yang baru kita kunjungi, entah itu kebiasaan berlalu-lintas, ataupun kebiasaan mendatangi sebuah konser.

Kita juga bisa berhenti di satu titik dalam sebuah kota. Kita juga bisa mengenal titik-titik rawan tilangan, dan kebiasaan polisi dalam melakukan penilangan kendaraan bermotor. Kita bisa bebas merdeka untuk pergi kemanapun yang kita mau, tidak terpaku jadwal tentunya. Hal inilah yang penulis cintai dari menggunakan kendaraan pribadi dibandingkan dengan kendaraan umum, karena Indonesia juga telah merdeka.

Saat mengemudipun sama, bedanya hanya menggunakan jalur bebas hambatan atau jalan tol. Di jalan tol ini, kita juga bisa istirahat di tempat istirahat yang disediakan di beberapa titik jalur tol. Kita bisa mengenal mana tempat istirahat yang bersih dan menarik, dan tentunya menambah wawasan juga. Lumayan toh kalau ada teman yang bertanya-tanya? Kita jadi bisa dianggap berwawasan kan hehehe.

Sungguh sebuah pengalaman yang tidak bisa didapatkan dengan menggunakan transportasi umum. Namun ada baiknya jika pembaca menyiapkan fisik dan mental yang kuat jika ingin melakukan perjalanan jauh dengan kendaraan pribadi. Yang terpenting adalah keyakinan untuk bisa menaklukan semua medan.

0 comments:

Post a Comment