Penasaran dengan unifying receiver dari Logitech, maka sekitar 2 minggu yang lalu, saya membeli salah satu mouse wireless logitech dengan seri M235. Logitech memang sudah terkenal handal dalam bidang aksesoris komputer. Dengan harga yang saya beli Rp 175.000,- memang bagi saya terasa agak mahal. Tapi dengan daya tahan batere serta kekuatan sensor yang mumpuni, maka harga itu pantas untuk ditebus.
Lalu saya sering melihat salah satu mouse di pusat perbelanjaan dan toko aksesoris komputer dengan merek Rapoo. Penasaran dengan kualitasnya, maka saya coba mencari mouse dengan merek Rapoo. Didapatlah mouse Rapoo dengan seri M11 dengan harga Rp 80.000,- di salah satu toko aksesoris komputer di Kota Depok. Mouse wireless Rapoo ini memiliki spesifikasi receiver yang mirip dengan logitech, yaitu menggunakan frekuensi 2.4 GHz. Sebelumnya saya memiliki keraguan terhadap produk mouse wireless dari merek-merek lain, tetapi karena harganya hanya setengah dari M235, maka saya coba sisihkan dana bulanan untuk mencoba kualitas M11.
Ukurannya tidak jauh beda, dari mulai ukuran mouse dan receiver USB kedua mouse tersebut. Namun yang membedakan receiver kedua mouse tersebut adalah M235 menyertakan Unifying Receiver yang mampu menjalankan hingga 6 perangkat wireless Logitech sekaligus, seperti mouse dan keyboard.
Tombol switch on-off dari kedua mouse tersebut juga memiliki disain yang mirip. Sama-sama memiliki tempat untuk menyimpan receiver USB dari mouse. Bedanya, Logitech lebih aman dengan menyematkan slot penyimpanan receiver di dalam cover bawah, dan Rapoo lebih ringkih dengan menyematkan slot peyimpanan receiver di luar tanpa "pengaman".
Kedua mouse tersebut juga sama-sama ditenagai dengan 1 batere dengan ukuran AA. Bedanya, mouse rapoo mengklaim baterenya tahan 9 bulan, sedangkan Logitech mengklaim baterenya tahan 12 bulan. Yang menarik adalah M11 juga memiliki sensor optik invisible, jadi cahaya sensor tidak terlihat secara kasat mata, sama dengan M235 dan kebanyakan mouse wireless Logitech.
Salah satu poin minus untuk M11 adalah tempat penyimpanan receiver yang menyisakan "kepala"-nya. Saat ditaruh di permukaan datar, maka M11 akan terlihat "mengangkat" sedikit dan kurang nyaman dipandang.
Sama-sama menggunakan sensor optik 1000 dpi, maka peforma kedua mouse dalam menggerakkan kursor seimbang. Tetapi dengan software khusus dari Logitech, makan M235 memiliki poin tambahan yang mampu membaca sisa batere dan mengkustomisasi tombol klik-tengah dari M235. Sensitivitasnya juga mampu disesuaikan dengan fitur mouse accelerator. Scroll halaman mouse ini juga bisa diatur, 1 baris, 3 baris, ataupun 1 halaman penuh. Sementara M11 harus tunduk karena pihak Rapoo saat ini belum mempersembahkan software untuk produk-produk mouse wireless-nya.
Kedua gerakan kursor di komputer terasa tanpa jeda. Tetapi terkadang saya merasakan adanya lag dari M11 jika digunakan terlalu lama, tetapi ini lebih baik dari salah satu merek ternama lain yang pernah saya gunakan. Gejala ini juga hanya sesekali, setelah itu hilang,
Suara klik antara kedua mouse wireless, ternyata M235 terdengar lebih nyaring dari M11. Terasa benturan plastik di M235, sementara di M11 lebih baik. Tetapi kelembutan tombol scroll dari M235 masih lebih baik dibanding M11. Namun bukan berarti tombol scroll di M11 buruk, nyatanya saya masih betah mencoba M11 untuk menguji daya tahan baterenya yang diklaim 9 bulan. Scroll M11 juga tergolong empuk dan nyaman. Suara klik dari tombol M11 juga masih lebih baik daripada M235.
Dengan harga setengah kali M235, M11 mampu menunjukkan kapasitas yang baik sebagai mouse wireless. Disain dari M11 juga termasuk elegan dan bagus. Ada harga, ada barang, ternyata masih ada gejala lag di M11 dan penyimpanan receiver yang tanpa pengaman. Tetapi semua pilihan kembali lagi kepada pembaca. Review dan perbandingan ini hanya berdasarkan pengalaman pribadi, barangkali bisa jadi referensi.





0 comments:
Post a Comment